UMBI-umbian seperti singkong, ubi jalar, kentang, talas, hingga beberapa jenis umbi lokal lainnya sudah lama menjadi bagian dari makanan masyarakat Indonesia. Sayangnya, makanan sederhana ini terkadang kalah populer dibandingkan nasi, roti, atau makanan olahan lainnya. Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat, umbi rebus bisa menjadi pilihan makanan yang mengenyangkan sekaligus memberikan sejumlah zat gizi bagi tubuh.
Kementerian Kesehatan memasukkan umbi-umbian seperti ubi, talas, dan singkong sebagai salah satu sumber karbohidrat dalam panduan Isi Piringku. Makanan pokok berfungsi sebagai sumber tenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Naik MRT, LRT Jakarta, Transjakarta dan Mikrotrans Cuma Bayar 1 Rupiah Pada 17 Agustus 2026
Beragam Manfaat Konsumsi Umbi Rebus bagi Kesehatan Tubuh
1. Menjadi Sumber Energi
Manfaat utama umbi rebus adalah menyediakan karbohidrat yang dapat digunakan tubuh sebagai sumber energi. Singkong, ubi jalar, kentang, dan talas mengandung pati yang kemudian diolah tubuh menjadi energi.
Karena itu, umbi rebus dapat menjadi pilihan sarapan maupun camilan yang lebih mengenyangkan. Misalnya, beberapa potong ubi rebus dapat dipadukan dengan telur dan sayuran agar menu makan menjadi lebih lengkap.
2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Serat
Beberapa jenis umbi juga mengandung serat yang bermanfaat bagi sistem pencernaan. Serat membantu menjaga fungsi saluran cerna dan dapat mendukung kelancaran buang air besar.
Kementerian Kesehatan juga menyebutkan bahwa sumber karbohidrat seperti ubi dan beberapa pangan lokal lainnya dapat menjadi bagian dari pola makan beragam. Untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal, konsumsi umbi tetap perlu disertai sayuran, buah, serta sumber protein.
3. Membantu Menjaga Rasa Kenyang
Dibandingkan camilan yang tinggi gula tambahan, umbi rebus dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana untuk mengganjal perut. Kandungan karbohidrat dan serat pada jenis umbi tertentu dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Ubi jalar, misalnya, mengandung pati dan serat serta memiliki rasa manis alami sehingga dapat disantap tanpa harus ditambahkan gula. Kementerian Kesehatan menyebut ubi jalar dapat diolah dengan cara direbus, dipanggang, atau dihaluskan.
4. Mengandung Vitamin dan Senyawa Antioksidan
Tidak semua umbi memiliki kandungan gizi yang sama. Ubi jalar berwarna oranye, misalnya, mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Sementara ubi jalar berwarna ungu mengandung antosianin.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa ubi jalar mengandung vitamin A, vitamin B, serta beberapa senyawa antioksidan seperti beta-karoten dan antosianin.
Kehadiran berbagai zat tersebut membuat variasi warna umbi menarik untuk dimasukkan dalam menu sehari-hari.
5. Bisa Menjadi Alternatif Nasi
Mengonsumsi umbi rebus tidak berarti harus berhenti makan nasi. Umbi justru bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat agar makanan pokok yang dikonsumsi lebih beragam.
Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi sumber karbohidrat yang beragam, termasuk singkong, jagung, ubi, dan talas. Pola seperti ini dapat membantu masyarakat mengenal kembali berbagai pangan lokal yang tersedia di Indonesia.
6. Pengolahannya Lebih Sederhana
Merebus merupakan salah satu cara memasak yang praktis. Umbi cukup dibersihkan, dipotong sesuai kebutuhan, kemudian direbus sampai matang. Tidak perlu banyak minyak, gula, atau bumbu tambahan.
Hal ini membuat umbi rebus berbeda dengan sebagian produk olahan umbi yang digoreng atau diberi banyak tambahan garam dan gula. Namun, jumlah konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi masing-masing.
7. Mendukung Pola Makan yang Lebih Beragam
Salah satu prinsip penting dalam gizi seimbang adalah mengonsumsi makanan yang beraneka ragam. Tidak ada satu bahan makanan yang mampu menyediakan seluruh zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, umbi sebaiknya tidak dikonsumsi sendirian terus-menerus.
Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya keberagaman pangan, termasuk mengombinasikan makanan pokok dengan lauk, sayuran, dan buah.
Jadi, semangkuk atau sepiring umbi rebus memang terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi bagian dari pola makan yang baik. Singkong, ubi, kentang, dan talas memiliki karakter serta kandungan gizi yang berbeda. Agar manfaatnya lebih maksimal, pilih jenis umbi secara bergantian dan padukan dengan protein, sayuran, serta buah.
Yang juga perlu diingat, cara pengolahan turut menentukan kualitas makanan. Merebus dapat menjadi pilihan ketika ingin menikmati umbi tanpa tambahan minyak dalam jumlah banyak. Dengan begitu, pangan lokal yang murah dan mudah ditemukan ini tetap bisa menjadi bagian dari menu keluarga yang sehat dan beragam. [DW]





