MELANJUTKAN pendidikan tinggi pernah menjadi dilema bagi Afryana Marjuki Tresna Putra, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Siliwangi asal Tasikmalaya. Setelah lulus dari SMK Manajemen, kondisi keluarga sempat membuatnya mempertimbangkan untuk langsung bekerja agar dapat membantu perekonomian keluarga.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Afryana tumbuh dalam kondisi finansial yang terbatas. Setelah kedua orang tuanya berpisah, ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Meski demikian, Afryana tetap memilih melanjutkan pendidikan sambil mencari penghasilan tambahan melalui pekerjaan freelance sebagai Wedding Organizer.
Kini, ia menjalani perkuliahan dengan IPK 3,91 dan aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri. Salah satu pengalaman yang turut memperluas ruang belajarnya adalah ketika ia menjadi penerima ParagonCorp Scholarship Program (PSP) Elevate.
Bagi Afryana, PSP bukan sekadar dukungan untuk keberlanjutan pendidikan, tetapi juga ruang untuk bertemu mahasiswa dari berbagai daerah, bertukar perspektif, dan mengenali potensi dirinya.
“PSP bagi saya adalah ruang untuk bertumbuh bersama mahasiswa satu Indonesia,” ujar Afryana.
Sebelum mengikuti PSP, Afryana sempat berpikir bahwa kesempatan mendapatkan beasiswa dan mengembangkan diri mungkin lebih terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi yang lebih dikenal. Ketika dinyatakan lolos sebagai penerima PSP, pandangan tersebut perlahan berubah.
Ia menyadari bahwa kesempatan untuk bertumbuh tidak hanya ditentukan oleh nama perguruan tinggi, tetapi juga oleh keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus berkembang.
Baca juga: ParagonCorp Buka Scholarship Program 2026, Hadirkan Dua Jalur Beasiswa bagi Generasi Muda Indonesia
Dari Keraguan Melanjutkan Kuliah hingga Berani Menentukan Arah, Kisah Afryana Bersama PSP Elevate
Pengalaman di PSP juga membuatnya lebih percaya diri membangun networking. Berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan latar belakang membuatnya terbiasa bertukar gagasan sekaligus melihat berbagai persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
“PSP menjadi wadah yang membuat saya bisa bertemu dengan banyak mahasiswa dari berbagai daerah. Dari situ saya belajar bahwa setiap orang punya pengalaman dan perspektif yang berbeda, dan itu memperluas cara pandang saya,” katanya.
Perubahan cara pandang tersebut turut memengaruhi cara Afryana melihat peluang. Sebelumnya, ia cenderung mengambil hampir setiap kesempatan yang datang karena khawatir kehilangan peluang untuk berkembang.
Kini, ia mulai memahami bahwa bertumbuh bukan berarti harus mengambil semua kesempatan, tetapi mampu menentukan mana yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Salah satu pembelajaran yang berkesan baginya adalah mengenai career adaptability, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan mengambil keputusan dalam perjalanan karier yang terus berkembang.
Afryana belajar bahwa perjalanan karier tidak harus mengikuti satu jalur yang kaku. Pilihan dapat berkembang seiring dengan pengalaman, selama setiap langkah tetap dipertimbangkan dengan matang.
Dari proses tersebut, ia semakin memahami dirinya sebagai pribadi yang ingin terus mengeksplorasi berbagai bidang. Ia memilih mengembangkan diri sebagai seorang generalist dengan memperluas pengetahuan dan pengalaman, sembari terus mempertimbangkan arah yang ingin dibangun ke depan.
Bagi Afryana, pengalaman sebagai penerima PSP tidak berhenti pada manfaat untuk dirinya sendiri. Ia mulai membagikan pengalamannya melalui konten mengenai perjalanan sebagai penerima beasiswa dan mendorong mahasiswa lain, termasuk dari perguruan tinggi yang belum banyak dikenal, agar tidak ragu mencoba berbagai kesempatan pengembangan diri.
Pengalaman tersebut juga membawanya terhubung dengan ekosistem ParagonCorp melalui keterlibatannya di Kahf Community dan pengalaman freelance sebagai Kahf Grooming Expert.
Di luar aktivitas akademik, Afryana mulai melihat persoalan di lingkungan sekitarnya sebagai ruang untuk mencari solusi. Kondisi sungai di sekitar tempat tinggalnya yang dahulu menjadi tempat bermain anak-anak, tetapi kini dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga, mendorongnya mengeksplorasi gagasan pengelolaan sampah berbasis riset.
Meski masih membutuhkan kajian dan pendampingan lebih lanjut, proses tersebut membuatnya semakin berani mengeksplorasi ide dan melihat persoalan di sekitarnya dari perspektif yang lebih luas.
Pada 2026, Afryana juga menjadi Jajaka Wakil I Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, setelah sebelumnya menjadi finalis Mojang Jajaka Sukapura Kabupaten Tasikmalaya. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya mengenali diri sekaligus memperluas ruang belajar di luar kampus.
Bagi Afryana, PSP tidak serta-merta memberikan satu jawaban mengenai masa depannya. Sebaliknya, pengalaman tersebut memberinya ruang untuk belajar menentukan pilihan dengan lebih matang.
“Dari PSP saya belajar bahwa kita tidak harus langsung tahu akan menjadi apa. Yang penting adalah terus mencoba, belajar dari pengalaman, dan berani menentukan langkah berikutnya,” ujarnya.
Kisah Afryana menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan pendidikan dapat memiliki makna yang lebih luas ketika mahasiswa mendapatkan ruang untuk belajar, membangun jejaring, dan mengembangkan kapasitas diri.
Semangat tersebut sejalan dengan ParagonCorp Scholarship Program, yang menghadirkan dukungan bagi mahasiswa Indonesia sekaligus membuka kesempatan untuk terus mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan membangun jejaring.
Pada 2026, ParagonCorp kembali membuka PSP Excellence dan PSP Elevate bagi mahasiswa Indonesia. PSP Elevate ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki semangat untuk terus bertumbuh, mengembangkan potensi diri, serta menjadi pribadi yang mandiri, peduli, dan berdaya dalam menghadirkan perubahan positif.
Pendaftaran ParagonCorp Scholarship Program 2026 berlangsung pada 10 Agustus–10 September 2026.
Periode pendaftaran: 10 Agustus–10 September 2026
Proses seleksi: September–November 2026
Pengumuman penerima: November 2026
Informasi dan pendaftaran: linktr.ee/ParagonCorpScholarshipProgram [Din]





