AKHIRNYA terbongkar kekalahan AS dalam perang melawan Iran. Kini, Trump sedang menunggu nasib di pemilu sela November mendatang.
Klaim Trump yang berkali-kali menyatakan bahwa Iran kalah dan memintanya untuk bernegosiasi, ternyata isapan jempol saja. Keadaan sebenarnya justru sebaliknya.
AS-lah yang kini terus mengalami kekacauan, baik personil militernya maupun persenjataan yang tersedia. Trump beberapa hari lalu bahkan mengancam ‘orang dalamnya’ yang membocorkan tentang persediaan rudalnya yang hampir habis.
Tujuh Tentara AS Tewas karena Perkelahian Sesama
Sebuah kabar datang dari kantor berita Tasnim. Tujuh tentara AS dikabarkan tewas setelah terjadinya perkelahian antara personil militer di kapal induk Abraham Lincoln.
Hal itu terjadi setelah penasihat Komando Pusat (Centcom): Brad Cooper menaiki kapal induk untuk memberikan pengarahan terkait keluhan personil yang merasa kelelahan. Hal itu juga dikabarkan di media AS setelah keluarga mereka menyampaikan keluhan itu ke publik.
Entah bagaimana kejadiannya, dari pengarahan itu justru terjadi perkelahian massal antar personil militer di kapal induk. Tujuh tentara tewas, sementara puluhan lainnya luka-luka.
Media-media di AS juga mengabarkan keadaan personil militer kapal induk yang stress berat. Bahkan, di antara mereka ada yang ingin bunuh diri. Tapi, hal itu bisa digagalkan oleh rekannya.
Tak Ada Kapal Perang AS di Perairan Laut Persia
Gembar-gembor Trump bahwa pihaknya akan melakukan serangan besar terhadap Iran beberapa hari lalu ternyata bualan saja.
Hal ini dikonfirmasi pihak IRGC melalui komandannya yang menyatakan bahwa tidak ada lagi kapal-kapal AS yang berada di sekitar perairan Laut Persia. Mereka sudah hancur atau melarikan diri ke perairan lain.
Trump Paranoid dengan Ancaman Iran
Pada 11 Agustus lalu, Trump menceritakan pengalaman takutnya dengan ancaman pembunuhan oleh Iran. Sedemikian takutnya, ia bahkan secara sembunyi-sembunyi berganti pesawat agar tidak terkena serangan rudal Iran.
Hal itu terjadi setelah KTT NATO yang berlangsung di Turki beberapa hari lalu. Menjelang kepulangannya, Trump terlihat di liputan wartawan sedang melambai-lambaikan tangan di pintu masuk pesawat kepresidenan.
Padahal, beberapa menit setelah melambai-lambaikan tangan itu, ia dan tim keamanannya ‘menyelundupkan’ diri ke truk yang mengangkut katering. Truk katering itu memang sudah disiapkan persis berada di sebelah pesawat kepresidenan.
Pesawat kepresidenan itu pun terbang tanpa keberadaan Trump. Di pesawat itu masih ada sekitar 100 orang kru yang tidak tahu kalau mereka menjadi ‘umpan’.
Iran Tegaskan Hanya akan Negosiasi dengan Presiden Baru
Kartu terakhir Iran yang begitu mematikan pihak Trump akhirnya dinyatakan ke publik. Pihak Iran melalui Menlunya menyatakan bahwa pihaknya hanya akan mau bernegosiasi damai dengan presiden baru.
Artinya, secara tidak langsung, Iran meminta pihak AS untuk memecat Trump jika ingin bernegosiasi. Dan jika dihubungkan dengan pemilu sela pada November ini, nasib Trump berada di ujung tanduk.
Belakangan, tersiar kabar bahwa sejumlah orang dekat Trump mengundurkan diri dari jabatannya. Yang paling anyar adalah mundurnya jubir Trump yang selalu tampil memoles wajah buruk Trump: yaitu Karoline Leavitt.
Apesnya nasib Trump. Sudah kalah perang, paranoid, ‘ATM’ di Timteng ludes, dan kemungkinan akan dilengserkan pula. [Mh]


