• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 17 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Ketika Dunia Tak Lagi Menjadi Tujuan, Begini Kisah Zuhud Abu Darda

13/08/2026
in Kisah
Ketika Dunia Tak Lagi Menjadi Tujuan, Begini Kisah Zuhud Abu Darda

Sumber: Pixabay

71
SHARES
543
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA sahabat Rasulullah  yang dikenal bukan karena banyaknya harta, luasnya rumah, atau kemewahan hidup. Justru, semakin dekat ia dengan Allah, semakin ringan pula hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satunya adalah Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, sahabat Nabi yang terkenal dengan ilmu, hikmah, ibadah, dan kezuhudannya.

Abu Darda memiliki nama Uwaimir bin Zaid bin Qais al-Anshari dan berasal dari Bani al-Haritsah, salah satu kabilah Khazraj. Menariknya, sebelum kehidupannya dipenuhi kezuhudan, ia dikenal sebagai seorang pedagang. Setelah memeluk Islam, orientasi hidupnya berubah. Dunia tidak lagi menjadi tujuan utama, melainkan sarana untuk mendapatkan kehidupan akhirat.

Baca Juga: Khairah binti Abi Hadrad, Shahabiyah Cerdas yang Dikenal Tekun Beribadah

Ketika Dunia Tak Lagi Menjadi Tujuan, Begini Kisah Zuhud Abu Darda

Zuhud Abu Darda bukan berarti membenci dunia atau menganggap semua harta sebagai sesuatu yang buruk. Zuhud lebih berkaitan dengan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hati. Seseorang boleh memiliki harta, tetapi hatinya tidak diperbudak oleh harta tersebut.

Alkisah pada suatu malam, Abu Darda kedatangan serombongan tamu. Untuk mereka, ia menyediakan makanan hangat, tetapi tidak menyediakan selimut padahal malam begitu dingin. Ketika tiba waktu tidur, tamu-tamu tersebut berunding soal selimut.

“Aku akan menemuinya untuk membicarakan soal selimut ini.” kata salah seorang tamu.

“Jangan.” kata yang lain “tidak usah.”

Akhirnya, salah seorang dari tamu tersebut menghampiri Abu Darda. Dilihatnya si tuan rumah tidur membujur dengan istrinya dan hanya mengenakan pakaian tipis yang sama sekali tidak mampu menahan hawa dingin.

Tak tahan, seorang tamu bertanya, “Ya Abu Darda, kulihat Anda tidur seperti kami. Mana barang-barang hasil perniagaan Anda?”

Abu Darda menjawab, “Kita punya rumah “di sana.” sehingga semua barang kukirimkan “ke sana.”Jalan yang harus ditempuh untuk mencapai “rumah” itu penuh rintangan dan kesulitan. Dengan demikian, orang yang bawaannya ringan lebih enak dibandingkan yang bawaannya berat.”

Abu Darda juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap ilmu. Ia tidak memandang banyaknya harta sebagai ukuran keberhasilan seseorang. Dalam salah satu nasihat yang dinisbatkan kepadanya, ia menganjurkan manusia untuk bertakwa, bersikap zuhud terhadap dunia, dan mengharapkan apa yang ada di sisi Allah.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kecintaannya terhadap ibadah pun begitu kuat. Sebuah riwayat yang dinukil Ibnu Asakir menyebutkan bahwa Abu Darda mengungkapkan kecintaannya terhadap tiga perkara: rasa haus ketika panas, sujud pada malam hari, dan duduk bersama orang-orang yang memilih perkataan yang baik. Namun, sumber tersebut juga memberikan catatan bahwa riwayat dengan redaksi tersebut tidak diketahui sebagai atsar yang sahih dari sahabat. Karena itu, kisah semacam ini perlu disampaikan dengan hati-hati.

Kezuhudan Abu Darda memberikan pelajaran penting bagi kehidupan modern. Zuhud bukan berarti seseorang harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, atau seluruh kenikmatan yang halal. Yang perlu ditinggalkan adalah keterikatan hati yang membuat manusia lupa kepada Allah.

Seseorang boleh memiliki rumah yang nyaman, kendaraan, pekerjaan, dan penghasilan yang baik. Namun semua itu tidak seharusnya membuatnya sombong atau lalai. Jika mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Jika kehilangan sesuatu, ia tetap bersabar.

Inilah salah satu sisi menarik dari kehidupan Abu Darda. Ia mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukan terletak pada banyaknya sesuatu yang berada di tangan, tetapi pada sedikitnya sesuatu yang menguasai hati. [DW]

Sumber: Dahsyatnya Ibadah Para Sahabat Rasulullah SAW. Yanuar Arifin. Noktah: 2020.

 

Tags: Ketika Dunia Tak Lagi Menjadi Tujuan Begini Kisah Zuhud Abu Darda
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Teori Rusuh Agustus, antara Isu dan Strategi

Next Post

Anak Hasil Zina Bisa Dapat Warisan? Begini Aturannya dalam Islam

Next Post
Anak Hasil Zina

Anak Hasil Zina Bisa Dapat Warisan? Begini Aturannya dalam Islam

Wardah A.M. Club Bawa Energi Baru di Pagi Hari dengan Perlindungan Kulit dari Paparan UV

Wardah A.M. Club Bawa Energi Baru di Pagi Hari dengan Perlindungan Kulit dari Paparan UV

Khaulah binti Hakim, Shahabiyah yang Peka dan Aktif Membantu Rasulullah 

Khaulah binti Hakim, Shahabiyah yang Peka dan Aktif Membantu Rasulullah 

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9553 shares
    Share 3821 Tweet 2388
  • Tangis Para Sahabat Nabi

    137 shares
    Share 55 Tweet 34
  • Mazhab: Jalan Menuju Cahaya, Bukan Tembok Pemisah

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Louvre Abu Dhabi Tampilkan Hubungan Bersejarah Antara China dengan Dunia Islam

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • China akan Promosikan Arab Saudi Sebagai Tujuan Wisata

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 1, Pujian kepada Allah

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Keajaiban Doa

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1370 shares
    Share 548 Tweet 343
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga