TUJUH belas aktivis muda gelar aksi solidaritas untuk Palestina di Pasar Unpad (Paun) hari ini (9/8). Israel terus menggenosida Gaza, sedangkan di Tepi Barat Israel baru saja umumkan tender pembuatan 627 pemukiman baru. Israel mengangkangi segala aturan dan aksi pekanan ini hadir untuk mencegah masyarakat lupa.
Di Paun, anak-anak muda ini sengaja berbaring di jalanan. Ini menjadi aksi teatrikal die-in, menggambarkan warga Gaza yang terbaring dibunuh Israel.
Baca Juga: Memahami Konsumen Lebih Utuh, Langkah ParagonCorp Perkuat Kapabilitas Riset Multi-Omics di Indonesia
Aktivis Muda Tiduran di Jalan Pasar Unpad dan Rektorat dalam Aksi Palestina

Di sekeliling mereka, aktivis lain memegang boneka tanpa kepala, wujud anak Palestina yang dibunuh Israel. Ada pula spanduk panjang berisi deret nama warga Gaza. Spesifiknya, nama para bayi yang belum genap satu tahun ketika Israel membunuh mereka.
Aktivis lain memegang poster-poster beragam tema. Ada yang bertuliskan “Bebaskan Dr. Hussam Abu Safiya”. Ada poster soal IDF yang bisa membangun vila mewah di Bali.
Setelah menyebar flyer dan stiker edukasi kepada pengunjung Paun, rombongan bergerak ke depan Rektorat Unpad. Di sana, mereka menggelar teatrikal gelar teatrikal di depan Rektorat Unpad. Kali ini mereka mengangkat tokoh Anas Al-Syarif untuk teatrikal. Anas merupakan jurnalis Gaza gugur dibunuh Israel. Para aktivis mengenakan helm biru khas jurnalis dan rompi bertuliskan “PRESS”. Keberadaan para pemuda ini memang cukup mencolok sehingga satpam rektorat mendatangi dan meminta mereka pergi.
“Kami kooperatif dan pergi, gak mau aksi-aksi Palestina mendapat cap buruk lantaran gak kooperatif”. Kata Ridwan, koordinator aksi hari ini, kala ditanya mengapa menurut pergi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
“Iya hanya belasan orang, tapi kami harap edukasi tadi sungguh mencerdaskan, menjangkau beratus-ratus masyarakat yang lewat Paun dan Rektorat.” Ujar koordinator aksi, Ridwan.
Aksi ini adalah bagian dari rangkaian gerakan pekanan SMART 171 yang berusaha digelar konsisten. [DW]





