HEBOH perbatasan Maroko dan Spanyol, sejak Kamis (30/7) 2026. Kehebohan bukan karena konflik senjata antar kedua negara. Melainkan, karena puluhan ribu warga Maroko yang berenang untuk tiba di tanah Spanyol, Ceuta.
Miris dan memprihatinkan. Itulah pemandangan yang terjadi di perbatasan Maroko dan Spanyol. Sebanyak 60 ribu anak muda Maroko menyeberangi laut demi bisa tiba di tanah Spanyol.
Tujuan mereka hanya satu: mendapatkan penghidupan yang lebih baik.
Ekonomi dan Politik di Maroko
Secara umum, jumlah pengangguran di Maroko sebanyak 11 hingga 14 persen dari total angkatan kerja. Menariknya, hampir separuh dari total pengangguran itu adalah anak-anak muda.
Negeri yang hampir seratus persen penduduknya muslim sunni itu mengalami problem ekonomi dan politik yang akut. Tingkat korupsi di negara yang dipimpin raja Mohammed VI ini berada di angka 34 (dari 0 yang berarti paling korup dan 100 yang berarti bersih) menurut IPK atau indeks transparansi internasional. Artinya, sangat memprihatinkan.
Hal itu karena raja berwenang penuh terhadap kebijakan politik, ekonomi, dan pertahanan. Hanya orang-orang yang mau tunduk dengan raja yang bisa memperoleh ‘kesejahteraan’.
Ketegangan Maroko dengan Spanyol
Beberapa hari terakhir, ada ketegangan politik antara Maroko dan Spanyol. Hal ini dipicu oleh konflik tanah sahara antara Maroko dan Aljazair. Dan dalam beberapa hari terakhir, hubungan Spanyol dan Aljazair begitu dekat.
Hal inilah yang diduga menjadi penyebab kenapa begitu banyak warga Maroko dengan leluasannya bisa menyeberang ke Spanyol tanpa hadangan dari aparat di Maroko.
Menariknya, ketika terjadi heboh penyeberangan besar-besaran itu, PM Spanyol Pedro Sanchez sedang berada di Ceuta, perbatasan Spanyol dan Maroko. Hal inilah yang menguatkan dugaan bahwa peristiwa itu sengaja ditujukan untuk ‘menghina’ Sanchez.
AS di Belakang Rusuh Perbatasan Maroko dan Spanyol
Beberapa bulan terakhir ini, Spanyol menjadi perhatian dunia karena berani berseberangan dengan AS dan Israel. Bahkan tengah terjadi keharmonisan antara Spanyol dan dunia Islam: Palestina dan Iran.
Kehebohan tentang peluang kerja besar-besaran di Spanyol untuk imigran dari Maroko sebelumnya menyebar melalui media sosial. Kebijakan politik Sanchez tentang lampu hijau untuk imigran bekerja di Spanyol dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memobilisasi anak-anak muda Maroko nekat menyeberang ke Spanyol.
Melalui medos, anak-anak muda di Maroko mengalami manipulasi informasi oleh pihak intelijen. Padahal, informasi itu seratus persen hoaks.
Nyaris saja, terjadi benturan tak terhindarkan antara ribuan warga Maroko itu dengan aparat keamanan Spanyol. Hal itu tak terjadi karena aparat Spanyol bersikap simpatik.
Mereka dibiarkan masuk ke wilayah Ceuta di daratan Spanyol untuk kemudian ditampung secara manusiawi. Kini, sebanyak 45 ribu warga Maroko sudah dipulangkan ke negeri asalnya. [Mh]





