• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Berempati dalam Komunikasi

30/07/2026
in Nasihat
Orang Buta Lebih Empati dari Yang Normal

Ilustrasi, foto: satibal.com

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KOMUNIKASI itu objeknya bisa dengan siapa saja. Ada yang dengan nalar tinggi dan biasa. Ada juga yang di bawahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkomunikasi dengan siapa saja: kalangan atas hingga bawah.

Di masyarakat Arab saat itu, ada suku pedalaman yang tingkat nalar rata-ratanya begitu rendah. Tapi, kesetiaan dan keberaniannya luar biasa. Suku itu biasa disebut Suku Badui.

Mereka tidak menetap di satu tempat. Tapi, berpindah-pindah sesuai dengan kebutuhan. Hal ini karena umumnya mereka menggembala ternak seperti kambing dan unta. Kalau di satu tempat, rumput hijaunya habis, mereka akan pindah lagi ke tempat baru.

Suatu kali, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang berbicara, ada seorang badui yang memotong: ya Rasulullah, kapan Hari Kiamat?

Awalnya, Rasulullah masih fokus dengan pembicaraannya. Tapi, orang badui itu terus memotonng: kapan Hari Kiamat?

Akhirnya Rasulullah memberikan perhatian khusus kepada badui itu. Nabi tidak menjawab kapan Hari Kiamat, tapi menanyakan balik dengan memberikan bobot dari pertanyaan si badui itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Memangnya, apa yang sudah Anda siapkan?”

Badui itu mengatakan, “Aku tidak (mampu) menyiapkannya dengan shalat yang banyak, puasa yang banyak, dan sedekah yang banyak. Tapi, aku menyiapkannya dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun menyambut baik jawaban si badui itu dengan mengatakan, “Anta ma’a man ahbabta.”  Anda akan (dibangkitkan) dengan orang yang Anda cintai.

Di masa Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ada seorang badui yang masuk Islam. Ia bertanya tentang shalat-shalat fardu dan jumlah rakaatnya.

Khalifah Umar pun menjelaskan: Zuhur empat rakaat, Ashar empat rakaat, Magrib tiga rakaat, Isya empat rakaat, dan Subuh dua rakaat.

Si badui memang menyimak. Tapi, ia sulit menghafal antara nama shalat dan rakaatnya. Berkali-kali ia mengulang apa yang disampaikan khalifah, berkali-kali itu pula antara nama shalat dan rakaatnya tertukar.

Khalifah Umar berpikir sejenak: bagaimana caranya agar mudah dihafal oleh si badui. Akhirnya, ia membuat syair yang isinya kira-kira: shalat fardu empat rakaat, berikutnya empat rakaat, berikutnya tiga rakaat, dan malamnya empat rakaat. Subuh di waktu fajar dua rakaat.

Ternyata, dengan cara syair inilah, si badui bisa ingat dengan mudah dan mampu melaksanakan shalat fardu dengan jumlah rakaat yang benar.

**

Salah satu kekeliruan dalam dakwah adalah menganggap bahwa semua audiens punya nalar yang sama. Inilah kenapa pesan dakwah hanya bisa diterima oleh kelompok tertentu dan dianggap tidak menarik oleh kelompok yang lain.

Berbicaralah dengan bahasa kaum. Ada di antara mereka yang serius, ada yang dengan bahasa akrab, ada pula dengan suasana santai.

Apalah arti isi pesan yang bagus kalau tidak bisa dipahami dengan baik. [Mh]

 

 

Tags: Berempati dalam Komunikasi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

LAKON Indonesia Menutup BRI JF3 Fashion Festival 2026 dengan HARSA, Sebuah Perayaan atas Kebahagiaan dalam Proses Berkarya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8993 shares
    Share 3597 Tweet 2248
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4064 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11640 shares
    Share 4656 Tweet 2910
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4714 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2299 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Bagaimana Caranya Agar Tetap Bahagia di Tengah Kebisingan Hidup?

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2310 shares
    Share 924 Tweet 578
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5429 shares
    Share 2172 Tweet 1357
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga