DOMPET Dhuafa terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui peluncuran Kebun Pangan Madaya. Mengusung tema “Gerakan Filantropi Hijau untuk Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Masyarakat”, program ini resmi diluncurkan pada Jumat (24/7/2026) di kawasan Pesantren Tahfidz Green Lido, Sukabumi.
Peluncuran tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini, perwakilan Camat Cicurug Dedy Yuda, Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Rahmat Riyadi, Manajer Penghimpunan dan Literasi Wakaf Ali Bastoni, serta sejumlah tamu undangan yang terdiri dari rekan media, blogger, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: Dompet Dhuafa Tunjang Pembangunan Masjid Al Muttaqin sebagai Islamic Culture Center di Chiba, Jepang
Dompet Dhuafa Luncurkan Kebun Pangan Madaya, Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Filantropi Hijau

Peluncuran Kebun Pangan Madaya tidak sekadar menjadi peresmian sebuah kawasan pertanian produktif, tetapi juga menjadi penanda perjalanan transformasi Dompet Dhuafa selama 33 tahun. Dari sebuah gerakan filantropi yang berfokus pada penghimpunan dan penyaluran zakat, Dompet Dhuafa kini berkembang menjadi institusi pembangunan masyarakat yang menghadirkan solusi sosial melalui pendekatan ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam konsep yang diusung, Kebun Pangan Madaya dirancang sebagai kawasan produktif yang mengintegrasikan pertanian, pendidikan, dan wakaf produktif. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Selain itu, Kebun Pangan Madaya diproyeksikan menjadi model filantropi hijau, yakni pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada manfaat sosial, tetapi juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Model tersebut diharapkan dapat direplikasi oleh pemerintah daerah, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun berbagai lembaga lainnya dalam membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Bastoni menjelaskan bahwa pembangunan kawasan ini memiliki landasan wakaf yang ditujukan sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat.
“Kebun Pangan Madaya ini dibangun dalam akad muabbad khoiri, yaitu aset untuk publik. Segera dibangun juga asrama tiga lantai untuk para santri tahfidz,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa konsep muabbad khoiri menjadikan aset wakaf tersebut bersifat abadi dan dimanfaatkan untuk kepentingan umat dalam jangka panjang. Tidak hanya menjadi lahan pertanian produktif, kawasan ini juga akan mendukung pengembangan pendidikan melalui pembangunan asrama bagi para santri Tahfidz Green Lido.
Keberadaan asrama baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pesantren dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.
Para tamu undangan juga berkesempatan meninjau langsung area Kebun Pangan Madaya untuk melihat konsep pengembangan kawasan yang menggabungkan pengelolaan lahan produktif dengan program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa dalam membangun ekosistem yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Melalui peluncuran Kebun Pangan Madaya, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan dana filantropi. Dengan menggabungkan semangat wakaf produktif, ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan sumber daya manusia, program ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana filantropi dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, Kebun Pangan Madaya diharapkan mampu menginspirasi lahirnya lebih banyak inisiatif serupa di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. [DW]





