PARA sahabat dan tabiin itu memiliki konsep barangsiapa mencela orang lain karena dosa-dosanya, sedangkan saudara-saudaranya itu atau teman-temannya telah bertaubat kepada Allah, maka si pencela tidak akan meninggal dunia kecuali mengalami dia akan mengalami dosa saudaranya tersebut.
Jadi hati-hati ya, jangan suka mengejek orang lain. Kata Rasulullah, ada seseorang yang berbicara dengan satu kalimat, itu justru dia akan terjungkal selama 70 tahun dalam neraka”
Kadang-kadang dalam bermain sosial media, kita juga suka ngetik komentar tidak dipikirkan dulu.
Mencela tidak hanya melukai hati orang lain, tetapi juga dapat mengeraskan hati pelakunya. Seorang muslim diajarkan untuk menjaga lisan karena setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Baca Juga: Simak Lima Bahan Alami untuk Membantu Mengatasi Gangguan Pencernaan
Inilah Bahaya dari Mencela Orang Lain yang Harus Diketahui
Sering kali seseorang mudah melihat kekurangan orang lain, tetapi lupa mengoreksi kekurangan dirinya sendiri. Padahal, bisa jadi orang yang dicela memiliki banyak amal saleh yang tidak diketahui orang lain. Sebaliknya, orang yang gemar mencela justru sedang mengurangi nilai amalnya karena sibuk merendahkan sesama.
Mencela dapat memutus tali persaudaraan. Hubungan yang awalnya baik bisa berubah menjadi renggang hanya karena ucapan yang menyakitkan. Islam mengajarkan agar seorang muslim berkata baik atau memilih diam apabila tidak memiliki sesuatu yang bermanfaat untuk disampaikan.
Jika melihat saudara melakukan kesalahan, sebaiknya dinasihati dengan cara yang lembut dan penuh kasih sayang, bukan dengan hinaan yang justru membuatnya semakin jauh dari kebaikan. Rasulullah SAW sendiri selalu memberikan teladan dengan kelembutan ketika menghadapi kesalahan orang lain.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Lisan yang terbiasa mencela akan sulit dipenuhi dengan zikir dan kalimat-kalimat yang baik. Karena itu, menjaga ucapan merupakan salah satu bentuk ibadah yang sering dianggap sepele, padahal pahalanya sangat besar.
Dengan memperbaiki diri, menjaga lisan, dan membiasakan berkata baik, seorang muslim tidak hanya menjaga hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga berharap memperoleh ridha Allah SWT. Sebab, kemuliaan seseorang tidak diukur dari seberapa sering ia menemukan kesalahan orang lain, melainkan dari kemampuannya menjaga hati, lisan, dan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





