• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 18 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar Dewasa dengan Keadaan

17/07/2026
in Nasihat
Wanita Pun Bisa Berjihad Maksimal

Ilustrasi, foto: dreamtime.com

66
SHARES
509
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KEADAAN hidup melalui dua warna: susah dan senang. Tak seorang pun bisa menentukan keadaan susah senangnya  esok hari.

Tidak semua sahabat Nabi hidup senang setelah masa hijrah. Mereka tidak lagi tinggal di kampung halaman. Tidak lagi memiliki pekerjaan seperti sebelumnya. Bahkan masih banyak sanak keluarga yang tetap tinggal di Mekah alias berpisah.

Kekuatan iman dan tekad perjuangan itulah yang terus menggelorakan semangat hidup mereka.

Di antara mereka ada pebisnis kawakan seperti Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhu. Ketika berhijrah, tidak banyak harta yang bisa ia bawa. Karena masa itu, semua aset masih ‘manual’, belum digital seperti saat ini.

Ketika tinggal di Madinah, Abdurrahman bin Auf memulai bisnis dari awal. Tantangannya: Madinah tidak seperti Mekah yang kota perdagangan. Di Madinah, lebih banyak sektor pertanian daripada pasar. Kalau pun ada, semuanya dikuasai Yahudi.

Keadaan berat itu bukan hanya dialami pebisnis seperti Abdurrahman bin Auf. Yang lain pun tidak jauh beda. Di antaranya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Saad bin Abi Waqash, Usman bin Affan radhiyallahu ‘anhum, dan lainnya. Mereka memulai dari awal.

Namun begitu, nasib mereka masih jauh lebih baik. Karena banyak para sahabat miskin yang meninggalkan kampung halaman mereka nun jauh di sana demi untuk bisa hijrah ke Madinah. Meskipun miskin, di kampung halaman masih ada rumah kecil, pekerjaan, dan lainnya.

Di antara mereka ada Abu Hurairah, Abu Dzar alghifari radhiyallahu ‘anhum, dan lainnya. Mereka tinggal di Madinah di emperan masjid Nabawi yang beratap dan berdinding tenda-tenda seadanya.

Masih banyak lagi dari kalangan akhwat atau perempuan. Ada di antara mereka yang pisah dari keluarga besar seperti putri dari Abu Sofyan: Ummu Habibah dan putri Abu Lahab: Durrah radhiyallahu ‘anhuma. Tak ada sanak dan keluarga di tempat yang baru.

Selain itu semua, di Madinah memang tidak ada kasus penyiksaan dan penghinaan seperti di Mekah. Tapi, di tempat baru itu, mereka diperangi oleh banyak kalangan: musyrik Quraisy, munafik Madinah, dan suku-suku Yahudi.

Namun, tak seorang pun dari mereka yang menyesal telah berhijrah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tak seorang pun dari mereka yang ingin kembali ke Mekah dan meninggalkan Madinah.

Mereka tak pernah menyalahkan keadaan. Justru, mereka menjadikan himpitan keadaan itu sebagai tantangan perjuangan. Hingga akhirnya, Allah menganugerahkan mereka kehidupan yang makmur dan sejahtera.

**

Kalimat kuncinya itu: jangan pernah menyalahkan keadaan. Sebaliknya, jadikan himpitan keadaan sebagai tantangan perjuangan hidup.

Dan fakta membuktikan. Bahwa, komunitas warga yang sukses di negeri ini adalah mereka yang berani mengambil tantangan hidup. Antara lain, Suku Minang, Suku Bugis atau Makasar, Suku Jawa, dan Suku Madura. Mereka seperti kaum Muhajirin yang tinggal jauh dari kampung halaman.

Jangan pernah menyalahkan keadaan. Karena problem hidup tak akan pernah usai hingga datangnya ajal kematian. Merajuk dengan keadaan justru hanya akan melemahkan. [Mh]

 

 

 

Tags: Belajar Dewasa dengan Keadaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8900 shares
    Share 3560 Tweet 2225
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Di Negara Tropis Performa Parfum dapat Dinilai Setelah 8-10 Jam Pemakaian

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 7 Tempat Wisata Kuliner Viral di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

    257 shares
    Share 103 Tweet 64
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1099 shares
    Share 440 Tweet 275
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11590 shares
    Share 4636 Tweet 2898
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3477 shares
    Share 1391 Tweet 869
  • Lightplus Hadirkan Lightperience Picnic 2026, Ajak Gen Z Rawat Kulit dan Kesehatan Mental Secara Seimbang

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Lightplus Lightperience Picnic 2026 Soroti Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental Gen Z

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga