KETEKUNAN dan kedisiplinan belajar merupakan kunci keberhasilan Muhammad Nur Arifin menembus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Arifin akan mulai kuliah di Fakultas Peternakan mulai tahun akademik 2026/2027 dengan beasiswa pendidikan unggul bersubsidi 100 persen.
Ia diterima di UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Anak keenam dari sembilan bersaudara ini sudah ditinggal meninggal ayahnya, Karyana sejak 15 tahun lalu. Dahulu Karyana bekerja sebagai tukang kayu.
Sejak menjadi orang tua tunggal, Ngalimah berjualan keripik pisang. Ngalimah juga mengajar kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan tempat tinggalnya di daerah Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul, Yogyakarta.
Arifin dan Ngalimah mendapat kunjungan dari Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., pada Selasa lalu. Menurut Ngalimah, putranya tidak pernah mengikuti les tambahan.
Baca juga: Beberapa PTN yang Masih Buka Pendaftaran Jalur Mandiri 2026
Kisah Muhammad Nur Arifin Anak Penjual Keripik Pisang yang Lolos UGM Jalur SNBP 2026
Lulusan SMAN 1 Bantul itu juga sempat menunjukkan prestasi non-akademik dengan meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi.
Arifin sendiri mengaku tidak menyangka bisa diterima di Prodi Ilmu Peternakan UGM. Kala proses pemilihan jurusan kuliah, beberapa gurunya sempat menyarankan untuk memilih program studi lain.
Namun, kecintaan pemuda kelahiran Bantul, 17 Juli 2006 terhadap dunia peternakan membuatnya mantap memilih Fakultas Peternakan UGM.
Bukan cuma memiliki ketertarikan, Arifin pun mempunyai mimpi untuk mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan. Di samping itu minatnya pada bidang nutrisi dan pangan pun besar.
Menuju dimulainya perkuliahan, Arifin semakin mengenal dunia peternakan. Ia membantu peternakan milik tetangga di THR Farm, Karanganyar yang sedang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Arifin bertugas mengambil telur, memberikan pakan ternak, serta memantau suhu kandang. Sementara itu, Budi Guntoro berharap Arifin fokus dan mengoptimalkan diri saat kuliah nanti.
Budi berpendapat bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menghalangi mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Arifin pun berharap dirinya dapat memperdalam ilmu peternakan dan nutrisi ternak serta mewujudkan cita-citanya menjadi peternak unggas yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat. [Din]




