KEBERKAHAN adalah sesuatu yang sering dicari oleh setiap muslim. Banyak orang memiliki harta melimpah, jabatan tinggi, dan kehidupan yang tampak nyaman, tetapi tetap merasa gelisah, tidak pernah puas, bahkan hidupnya dipenuhi berbagai persoalan. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana, namun hatinya tenang, keluarganya harmonis, dan rezekinya selalu terasa cukup. Perbedaan itu sering kali bukan terletak pada banyak atau sedikitnya nikmat, melainkan pada keberkahan yang Allah berikan.
Dalam sebuah nasihat yang dinukil dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah, dijelaskan bahwa salah satu penyebab hilangnya keberkahan adalah ketika seseorang lebih mengutamakan makhluk daripada Allah. Kalimat ini menjadi pengingat bahwa hati seorang mukmin seharusnya selalu menempatkan Allah di posisi paling tinggi dalam setiap keputusan hidupnya.
Baca Juga: Saat Satu Pintu Tertutup, Percayalah Allah Masih Menyediakan Jalan yang Lebih Baik
Ternyata Hal Ini yang Menjadi Penyebab Hilangnya Keberkahan Allah
Tidak sedikit orang yang menunda shalat hanya karena sedang asyik berbincang dengan teman. Ada pula yang rela mengabaikan kewajiban agama demi menyenangkan atasan, pasangan, atau lingkungan sekitar. Tanpa disadari, manusia mulai memberikan prioritas kepada makhluk, sementara panggilan Allah justru diabaikan.
Padahal, Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 6 bahwa kedudukan Rasulullah lebih utama bagi orang-orang beriman dibandingkan diri mereka sendiri. Setelah Allah, seorang muslim diperintahkan untuk mendahulukan tuntunan Rasulullah dalam menjalani kehidupan. Ketika prinsip ini mulai ditinggalkan, sedikit demi sedikit keberkahan pun bisa berkurang.
Keberkahan bukan hanya berbicara tentang bertambahnya harta. Keberkahan juga hadir dalam kesehatan, keluarga, waktu, ilmu, hingga ketenangan hati. Ada orang yang penghasilannya tidak terlalu besar, tetapi cukup memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebaliknya, ada yang bergaji tinggi namun selalu merasa kekurangan karena pengeluarannya tidak pernah ada habisnya. Inilah salah satu bentuk keberkahan yang sering tidak disadari.
Mengutamakan Allah berarti mendahulukan perintah-Nya di atas kepentingan dunia. Saat azan berkumandang, seorang muslim berusaha memenuhi panggilan shalat. Ketika memperoleh rezeki, ia tidak lupa menunaikan zakat dan bersedekah. Saat dihadapkan pada pilihan yang sulit, ia memilih jalan yang halal meskipun terlihat lebih berat.
Keberkahan juga lahir dari ketaatan yang konsisten. Mungkin hasilnya tidak langsung terlihat, tetapi Allah selalu memiliki cara terbaik untuk membalas hamba-Nya. Terkadang balasannya berupa ketenangan jiwa, kemudahan urusan, anak-anak yang saleh, atau kesehatan yang terus terjaga.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ketika kita menomorsatukan suami dibandingkan dengan Allah, maka kebersamaan kita dan suami tidak akan berkah. Taat kepada suami wajib, tapi tidak mutlak. Apa pengecualiannya? Tidak ada ketaatan kepada makhluk jika membuat kita bermaksiat pada Allah, dengan kata lain Allah yang harus kita utamakan. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Nuzul Dzikri





