ISLAM mengajarkan rasa kasih sayang. Bukan hanya kepada sesama muslim, tapi ke semua makhluk Allah di bumi.
Ada sebuah kisah tentang orang soleh yang hidup selama lima ratus tahun. Selama itu, ia tidak pernah bermaksiat. Hidupnya diisi dengan amal soleh.
Ketika akan masuk surga, Allah subhanahu wata’ala bertanya kepada orang soleh itu, “Apa yang menjadikanmu bisa masuk surga?”
Orang soleh itu menjawab, “Karena amal soleh yang aku lakukan, Ya Allah.”
Orang soleh itu pun masuk surga. Ia menikmati semua yang Allah janjikan berupa kenikmatan istimewa di surga.
Namun setelah lima ratus tahun berlalu, orang soleh itu dikeluarkan dari surga.
Ia protes, “Ya Allah, kenapa aku dikeluarkan dari surga. Bukankah surga itu abadi?”
Allah menjelaskan, “Kamu sudah beramal soleh selama lima ratus tahun. Kamu juga sudah menikmati hidup di dalam surga selama ratus tahun. Bukankah itu impas? Karena menurutmu, orang masuk surga karena amal solehnya.”
**
Orang bisa masuk surga bukan sekadar karena amal solehnya. Lebih dari itu, karena rahmat atau kasih sayang dari Allah subhanahu wata’ala.
Karena itu, selalu sayangi semua yang di bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangi kita.
“Irhamuu man fil ardhi, yarhamkum man fis samaa.” Sayangi yang di bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangi kalian. (HR. Tirmizi, Abu Dawud, dari Abdullah bin ‘Amr) [Mh]





