• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 17 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

28/06/2026
in Info
670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

Foto: istimewa

78
SHARES
597
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEBANYAK 670 kader ‘Aisyiyah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jawa Tengah yang digelar di Wonder Park, Tawangmangu, Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026.

Bertepatan dengan Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat melalui dakwah yang membumi dan berbasis aksi nyata.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem,” jambore tidak hanya menjadi forum konsolidasi kader, tetapi juga ruang pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan ideologi, pendidikan keluarga, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Baca juga: PCA Batang Gelar Apel Milad ke-109 Aisyiyah, Momentum Perkuat Kebersamaan dan Dakwah Kemanusiaan

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus diwujudkan melalui gerakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, konsep Qaryah Thayyibah menjadi pijakan dalam membangun desa yang religius, sehat, mandiri, dan berdaya, dengan keluarga sebagai pusat perubahan.

Pembukaan jambore dihadiri Ketua PWM Jawa Tengah Dr. Tafsir, M.Ag., Ketua BAZNAS Jawa Tengah K.H. Dr. Achmad Darodji, M.Si., serta Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., Apt. yang memberikan penguatan tentang pentingnya dakwah yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan keluarga.

670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

Salah satu agenda penting dalam jambore adalah peluncuran 109 Mubalighah Penggerak Desa, yang diproyeksikan mendampingi masyarakat melalui lima program strategis, yakni Desa Cerdas Literasi Digital, Desa Peduli Kesejahteraan, Desa Kreatif dan Sehat, Riset dan Inovasi Desa, serta Fellowship Cahaya. Program tersebut diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di era digital.

Dalam sesi kebangsaan, Menteri Koordinator Pangan Republik Indonesia, H. Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. menyapa peserta jambore dan menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kesejahteraan keluarga. Pesan tersebut selaras dengan gerakan Aisyiyah yang mendorong keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua BKOW Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengajak para mubalighah untuk menguatkan pendidikan karakter anak sejak dini. Ia mencontohkan tradisi pendidikan di Hadramaut yang membiasakan anak mempelajari Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali sebelum memasuki usia baligh sebagai bekal akhlak dan spiritualitas.

Menurut Nawal, pendidikan keluarga harus dimulai dari penanaman tauhid sebagaimana pesan dalam Surah Luqman, yaitu tidak menyekutukan Allah serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia senantiasa berada dalam pengawasan-Nya. Nilai-nilai akhlak, tasawuf, dan kurikulum pengasuhan menjadi bekal penting bagi orang tua dalam membentuk generasi yang berkarakter.

Ia juga mengangkat keteladanan para sahabiyah, seperti Ummu Sulaim yang berhasil membangun keluarga pencinta Al-Qur’an, serta kisah Abu Thalhah yang mempersunting Ummu Sulaim dengan mahar keislaman. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan keluarga bertumpu pada keimanan, pendidikan, dan akhlak mulia.

Pembelajaran tidak berhenti di ruang seminar. Pada hari kedua, peserta diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan survei kondisi desa sekaligus melaksanakan bakti sosial. Hasil pengamatan lapangan kemudian dibahas dalam workshop sebagai bahan penyusunan rekomendasi program yang berorientasi pada penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, percepatan penurunan stunting, pelestarian kearifan lokal, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai pentas seni yang mengangkat nilai budaya lokal serta muhasabah sebagai refleksi spiritual, sehingga keseimbangan antara penguatan intelektual, sosial, budaya, dan ruhani menjadi ciri khas jambore tahun ini.

Melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan, Aisyiyah menegaskan bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam mimbar pengajian, tetapi juga melalui pendidikan keluarga, pendampingan masyarakat, literasi digital, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, dan aksi nyata yang mampu melahirkan desa-desa yang tangguh, berdaya, dan berkemajuan.[ind]

Tags: 670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah JatengPerkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Sibuk Mencari Kesalahan Orang Lain, Perbaiki Diri Sebelum Terlambat

Next Post

Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Next Post
Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Islam Membuka Sekolah Perempuan Sejak 15 Abad yang Lalu

Islam Membuka Sekolah Perempuan Sejak 15 Abad yang Lalu

Ketahui, Kelebihan dan Kekurangan Kain Rajut

Ketahui, Kelebihan dan Kekurangan Kain Rajut

  • 5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    5 Wisata Gratis di Wonosobo yang Cocok untuk Liburan Keluarga

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Kabut Asap Karhutla Membawa Petaka

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9549 shares
    Share 3820 Tweet 2387
  • Meski 96 Persen Muslim, Azerbaijan Larang Siswi dan Guru Berjilbab

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4869 shares
    Share 1948 Tweet 1217
  • Cara Memilih Mukena Premium yang Nyaman untuk Ibadah di Rumah maupun Traveling

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Suami Suka Bohong, Istri Harus Bagaimana?

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1367 shares
    Share 547 Tweet 342
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4314 shares
    Share 1726 Tweet 1079
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2521 shares
    Share 1008 Tweet 630
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga