• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 2 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

28/06/2026
in Info
670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

Foto: istimewa

76
SHARES
584
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SEBANYAK 670 kader ‘Aisyiyah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jawa Tengah yang digelar di Wonder Park, Tawangmangu, Karanganyar, pada 27–28 Juni 2026.

Bertepatan dengan Milad ke-109 ‘Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat melalui dakwah yang membumi dan berbasis aksi nyata.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian melalui Penguatan Qaryah Thayyibah, Ketahanan Pangan, dan Pencegahan Stunting serta Kemiskinan Ekstrem,” jambore tidak hanya menjadi forum konsolidasi kader, tetapi juga ruang pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan ideologi, pendidikan keluarga, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Baca juga: PCA Batang Gelar Apel Milad ke-109 Aisyiyah, Momentum Perkuat Kebersamaan dan Dakwah Kemanusiaan

Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan harus diwujudkan melalui gerakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Karena itu, konsep Qaryah Thayyibah menjadi pijakan dalam membangun desa yang religius, sehat, mandiri, dan berdaya, dengan keluarga sebagai pusat perubahan.

Pembukaan jambore dihadiri Ketua PWM Jawa Tengah Dr. Tafsir, M.Ag., Ketua BAZNAS Jawa Tengah K.H. Dr. Achmad Darodji, M.Si., serta Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Dr. apt. Salmah Orbayinah, M.Kes., Apt. yang memberikan penguatan tentang pentingnya dakwah yang mampu menjawab tantangan zaman melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan keluarga.

670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

Salah satu agenda penting dalam jambore adalah peluncuran 109 Mubalighah Penggerak Desa, yang diproyeksikan mendampingi masyarakat melalui lima program strategis, yakni Desa Cerdas Literasi Digital, Desa Peduli Kesejahteraan, Desa Kreatif dan Sehat, Riset dan Inovasi Desa, serta Fellowship Cahaya. Program tersebut diharapkan memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di era digital.

Dalam sesi kebangsaan, Menteri Koordinator Pangan Republik Indonesia, H. Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M. menyapa peserta jambore dan menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kesejahteraan keluarga. Pesan tersebut selaras dengan gerakan Aisyiyah yang mendorong keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua BKOW Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengajak para mubalighah untuk menguatkan pendidikan karakter anak sejak dini. Ia mencontohkan tradisi pendidikan di Hadramaut yang membiasakan anak mempelajari Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali sebelum memasuki usia baligh sebagai bekal akhlak dan spiritualitas.

Menurut Nawal, pendidikan keluarga harus dimulai dari penanaman tauhid sebagaimana pesan dalam Surah Luqman, yaitu tidak menyekutukan Allah serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia senantiasa berada dalam pengawasan-Nya. Nilai-nilai akhlak, tasawuf, dan kurikulum pengasuhan menjadi bekal penting bagi orang tua dalam membentuk generasi yang berkarakter.

Ia juga mengangkat keteladanan para sahabiyah, seperti Ummu Sulaim yang berhasil membangun keluarga pencinta Al-Qur’an, serta kisah Abu Thalhah yang mempersunting Ummu Sulaim dengan mahar keislaman. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan keluarga bertumpu pada keimanan, pendidikan, dan akhlak mulia.

Pembelajaran tidak berhenti di ruang seminar. Pada hari kedua, peserta diterjunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan survei kondisi desa sekaligus melaksanakan bakti sosial. Hasil pengamatan lapangan kemudian dibahas dalam workshop sebagai bahan penyusunan rekomendasi program yang berorientasi pada penguatan Qaryah Thayyibah, ketahanan pangan keluarga, percepatan penurunan stunting, pelestarian kearifan lokal, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai pentas seni yang mengangkat nilai budaya lokal serta muhasabah sebagai refleksi spiritual, sehingga keseimbangan antara penguatan intelektual, sosial, budaya, dan ruhani menjadi ciri khas jambore tahun ini.

Melalui Jambore Dakwah Kemanusiaan, Aisyiyah menegaskan bahwa dakwah tidak hanya hadir dalam mimbar pengajian, tetapi juga melalui pendidikan keluarga, pendampingan masyarakat, literasi digital, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, dan aksi nyata yang mampu melahirkan desa-desa yang tangguh, berdaya, dan berkemajuan.[ind]

Tags: 670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah JatengPerkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Jangan Sibuk Mencari Kesalahan Orang Lain, Perbaiki Diri Sebelum Terlambat

Next Post

Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Next Post
Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Rasulullah Memiliki Kemampuan Memahami Budaya Masyarakatnya

Islam Membuka Sekolah Perempuan Sejak 15 Abad yang Lalu

Islam Membuka Sekolah Perempuan Sejak 15 Abad yang Lalu

Ketahui, Kelebihan dan Kekurangan Kain Rajut

Ketahui, Kelebihan dan Kekurangan Kain Rajut

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    963 shares
    Share 385 Tweet 241
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    174 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Tiga Trik Padu Padan Vest Rajut

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9230 shares
    Share 3692 Tweet 2308
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4179 shares
    Share 1672 Tweet 1045
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1975 shares
    Share 790 Tweet 494
  • Aminah Binti Ruqaisy Sosok Muhajirah yang Jarang Dikenal

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Kulon Progo jadi Gerbang Utama Wisata Yogyakarta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga