SUSU kental manis (SKM) menjadi salah satu produk yang banyak ditemukan di rumah tangga Indonesia. Rasanya yang manis dan harganya yang relatif terjangkau membuat produk ini sering digunakan sebagai campuran minuman, olesan roti, hingga pelengkap berbagai makanan penutup. Namun, tidak sedikit pula orang yang mengonsumsinya setiap hari layaknya susu biasa.
Padahal, meskipun mengandung komponen susu, susu kental manis memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Karena itu, para ahli gizi mengingatkan bahwa produk ini sebaiknya digunakan sebagai pelengkap makanan, bukan sebagai sumber utama nutrisi susu. Jika dikonsumsi secara berlebihan setiap hari, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Mengapa Susu Kental Manis bukan Produk Susu?
Terlalu Sering Minum Susu Kental Manis, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
1. Meningkatkan Risiko Kelebihan Berat Badan
Salah satu kandungan terbesar dalam susu kental manis adalah gula. Konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan asupan kalori harian meningkat tanpa disadari. Jika kalori yang masuk lebih banyak daripada yang dibakar tubuh, berat badan akan bertambah secara bertahap.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.
2. Berisiko Memicu Kenaikan Gula Darah
Karena mengandung gula dalam jumlah tinggi, konsumsi susu kental manis setiap hari dapat memengaruhi kadar gula darah. Pada orang yang memiliki faktor risiko diabetes atau riwayat keluarga diabetes, kebiasaan ini perlu lebih diperhatikan.
Lonjakan gula darah yang terjadi secara berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme dan diabetes tipe 2.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
3. Tidak Mencukupi Kebutuhan Nutrisi Susu
Masih banyak masyarakat yang menganggap susu kental manis sama dengan susu cair atau susu bubuk. Padahal kandungan gizinya berbeda. Susu kental manis lebih banyak mengandung gula dibandingkan protein dan zat gizi lain yang biasanya terdapat dalam susu.
Jika seseorang menggantungkan kebutuhan susu harian hanya pada susu kental manis, tubuh mungkin tidak memperoleh nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan tulang, pertumbuhan, maupun fungsi tubuh lainnya.
4. Meningkatkan Risiko Kerusakan Gigi
Bakteri di dalam mulut sangat menyukai gula. Ketika seseorang sering mengonsumsi makanan atau minuman manis tanpa menjaga kebersihan gigi dengan baik, risiko gigi berlubang menjadi lebih tinggi.
Anak-anak termasuk kelompok yang rentan mengalami masalah ini karena sering menyukai rasa manis dan belum sepenuhnya disiplin dalam menyikat gigi.
5. Dapat Menambah Risiko Penyakit Jantung
Pola makan tinggi gula dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. Konsumsi gula berlebihan dapat memengaruhi kadar trigliserida, berat badan, dan kesehatan metabolisme secara keseluruhan.
Karena itu, berbagai organisasi kesehatan dunia menganjurkan pembatasan konsumsi gula tambahan setiap hari.
Susu kental manis tidak harus dihindari sepenuhnya. Produk ini masih dapat dinikmati sebagai pelengkap makanan atau minuman selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Misalnya, gunakan sebagai topping roti, campuran kopi, atau bahan pembuatan kue sesekali. Namun, hindari menjadikannya pengganti susu utama, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. [DW]





