DALAM kehidupan, setiap orang pasti pernah mengalami keadaan yang tidak sesuai dengan harapan. Ada yang gagal mendapatkan pekerjaan impian, kehilangan orang yang dicintai, mengalami masalah ekonomi, atau menghadapi berbagai ujian yang terasa berat. Pada saat-saat seperti itu, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya mengapa Allah mengizinkan hal tersebut terjadi dalam hidupnya.
Padahal, sebagai seorang muslim, kita meyakini bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Apa yang menurut manusia baik belum tentu benar-benar baik baginya, dan apa yang dianggap buruk belum tentu menjadi keburukan di masa depan.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Surah Ar-Rahman ayat 29 yang berbunyi, “Kulla yaumin huwa fii sya’n” yang berarti, “Setiap waktu Dia (Allah) dalam kesibukan.” Para ulama menjelaskan bahwa Allah senantiasa mengatur berbagai urusan makhluk-Nya, memberikan rezeki, mengabulkan doa, mengangkat derajat, mengampuni dosa, dan mengatur segala sesuatu sesuai hikmah-Nya.
Ayat ini memberikan ketenangan bagi setiap muslim. Ketika seseorang merasa sendirian menghadapi masalah, sesungguhnya Allah tidak pernah meninggalkannya. Ketika jalan yang ditempuh terasa buntu, Allah tetap mengawasi dan mengatur kehidupan hamba-Nya dengan penuh kebijaksanaan.
Baca Juga: Mengapa Menikah Menjadi Salah Satu Anugerah Terindah?
Allah Lebih Mengetahui yang Terbaik untuk Hamba-Nya
Salah satu bentuk keimanan yang penting dimiliki seorang muslim adalah tawakal, yaitu menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan meyakini bahwa keputusan Allah selalu mengandung kebaikan, meskipun terkadang belum dapat dipahami saat ini.
Sering kali manusia hanya melihat satu bagian kecil dari perjalanan hidupnya, sedangkan Allah mengetahui keseluruhan gambaran yang tidak mampu dijangkau oleh akal manusia. Bisa jadi kegagalan hari ini merupakan jalan menuju keberhasilan yang lebih besar di masa depan. Bisa jadi kehilangan yang dirasakan saat ini justru menjadi sebab datangnya nikmat yang lebih baik.
Karena itu, saat menghadapi ujian kehidupan, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, bersabar, dan memperkuat keyakinan kepada Allah. Hati yang percaya kepada takdir Allah akan lebih mudah menerima keadaan dan tetap optimis menjalani kehidupan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pada akhirnya, tidak semua hal harus dipahami saat ini. Ada kalanya tugas manusia hanyalah berusaha sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sebab Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedangkan manusia hanya mengetahui sedikit dari apa yang Dia kehendaki. Ketika keyakinan ini tertanam kuat dalam hati, maka seseorang akan lebih tenang menghadapi berbagai keadaan dan percaya bahwa setiap ketentuan Allah selalu mengandung kebaikan. [DW]
Sumber: Instagram Ustadz Muhammad Assad





