BEGITU banyak teladan bagi umat Islam yang bisa diambil dari para sahabat dan shahabiyah Rasulullah. Selain akhlaknya yang mulia, para sahabat dan shahabiyah memberikan nilai agar kita sebagai umat Rasulullah senantiasa mencintai Allah Subhanahu Wata’ala.
Ada pula sahabat yang memiliki kontribusi besar dalam bidang ilmu dan pemerintahan, yaitu Uqbah bin Amir Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu. Ia dikenal sebagai seorang sahabat yang dekat dengan Rasulullah, ahli membaca Al-Qur’an, serta pernah dipercaya memimpin wilayah Mesir pada masa Khulafaur Rasyidin.
Uqbah bin Amir berasal dari kabilah Juhainah yang tinggal di sekitar Madinah. Sebelum memeluk Islam, ia bekerja sebagai penggembala. Ketika mendengar dakwah Rasulullah, hatinya tersentuh dan ia segera menyatakan keislamannya. Sejak saat itu, hidupnya berubah dan ia menjadi salah satu sahabat yang setia mendampingi Nabi.
Baca Juga: Abu Sufyan bin Al-Harits, Sepupu Rasulullah yang Berubah Menjadi Pembela Islam
Mengenal Uqbah bin Amir Al-Juhani, Ahli Al-Qur’an yang Menjadi Pemimpin Mesir
Salah satu keistimewaan Uqbah adalah kedekatannya dengan Rasulullah. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa ia sering menemani perjalanan Nabi dan bahkan memegang tali tunggangan beliau dalam beberapa kesempatan. Kedekatan ini membuatnya banyak menyerap ilmu langsung dari Rasulullah.
Uqbah dikenal sebagai sahabat yang memiliki perhatian besar terhadap Al-Qur’an. Ia mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an langsung dari Nabi dan kemudian mengajarkannya kepada generasi setelahnya. Karena keluasan ilmunya, banyak tabi’in yang datang untuk belajar kepadanya. Tidak mengherankan jika namanya sering disebut dalam kitab-kitab hadis dan sejarah Islam sebagai salah satu sahabat yang meriwayatkan hadis Rasulullah.
Selain ahli dalam ilmu agama, Uqbah juga memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik. Pada masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan, ia dipercaya menjadi gubernur Mesir.
Jabatan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan umat Islam terhadap integritas dan kapasitasnya. Sebagai pemimpin, Uqbah dikenal adil dan berusaha menjalankan amanah sesuai ajaran Islam.
Di samping itu, Uqbah juga dikenal memiliki suara yang merdu saat membaca Al-Qur’an. Pada masa sahabat, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan salah satu bentuk kemuliaan karena membantu masyarakat memahami dan menghafal kalam Allah.
Ia termasuk orang yang menghabiskan banyak waktunya untuk beribadah, mengajar, dan menyebarkan ilmu.
Beberapa hadis yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir hingga kini masih dapat ditemukan dalam kitab-kitab hadis utama. Salah satunya berkaitan dengan keutamaan membaca Al-Qur’an dan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah. Riwayat-riwayat tersebut menjadi warisan berharga bagi umat Islam sepanjang zaman.
Menjelang akhir hayatnya, Uqbah tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana meskipun pernah memegang jabatan penting. Ia tidak menjadikan kekuasaan sebagai sarana mencari kemuliaan dunia, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Kisah hidup Uqbah bin Amir memberikan pelajaran bahwa seorang Muslim dapat berkontribusi dalam berbagai bidang sekaligus. Ia adalah seorang penuntut ilmu, pengajar Al-Qur’an, perawi hadis, pejuang, dan pemimpin yang amanah. Keteladanannya menunjukkan bahwa ilmu dan kepemimpinan dapat berjalan beriringan ketika dilandasi keimanan yang kuat.
Hingga hari ini, nama Uqbah bin Amir Al-Juhani tetap dikenang sebagai salah satu sahabat yang berjasa dalam menjaga warisan ilmu Islam dan menyebarkannya kepada generasi berikutnya. [DW]
Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.





