UMMU Hisyam binti Haritsah radhiyallahu ‘anha memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Islam. Meskipun namanya tidak sepopuler sebagian sahabat perempuan lainnya, ia dikenal sebagai perempuan yang meriwayatkan hadis serta membantu menjaga dan meneruskan ajaran Rasulullah SAW kepada generasi berikutnya.
Ummu Hisyam berasal dari kalangan Anshar di Madinah. Ia hidup pada masa Rasulullah SAW dan memiliki kesempatan untuk menyaksikan langsung kehidupan Nabi, terutama dalam aktivitas ibadah dan dakwah yang dilakukan di tengah masyarakat Muslim.
Baca Juga: Zainal Abidin Menafkahi 100 Keluarga di Madinah
Ummu Hisyam binti Haritsah, Shahabiyah yang Menjaga Warisan Ilmu Rasulullah
Dekat dengan Rasulullah Shalallahu, ‘alaihi wa Sallam
Salah satu keistimewaan Ummu Hisyam adalah kedekatannya dengan lingkungan Rasulullah. Dalam beberapa riwayat hadis, ia menceritakan pengalaman yang diperolehnya secara langsung dari Nabi. Kedekatan ini membuatnya mampu merekam berbagai pelajaran penting yang kemudian menjadi sumber ilmu bagi umat Islam.
Salah satu riwayat yang paling terkenal darinya berkaitan dengan Surah Qaf. Ummu Hisyam pernah menuturkan bahwa ia menghafal surah tersebut langsung dari lisan Rasulullah karena sering mendengarnya dibaca saat khutbah Jumat. Kesaksian ini menunjukkan bagaimana Rasulullah menggunakan momen khutbah untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an kepada para sahabat.
Riwayat tersebut juga memberikan gambaran tentang semangat para shahabiyah dalam menuntut ilmu. Mereka tidak hanya hadir dalam majelis Rasulullah, tetapi juga berusaha menghafal dan memahami ajaran yang disampaikan.
Peran dalam Meriwayatkan Hadis
Sebagai seorang shahabiyah, Ummu Hisyam turut berkontribusi dalam pelestarian sunnah Nabi melalui periwayatan hadis. Informasi yang ia sampaikan menjadi bagian dari khazanah ilmu Islam yang kemudian dicatat oleh para ulama hadis.
Pada masa awal Islam, periwayatan hadis memiliki peran yang sangat penting karena menjadi salah satu sarana untuk menjaga ajaran Rasulullah setelah beliau wafat. Para sahabat dan shahabiyah yang meriwayatkan hadis membantu generasi setelah mereka memahami tata cara ibadah, akhlak, dan berbagai tuntunan kehidupan Islami.
Kejujuran serta ketelitian para sahabat dalam menyampaikan hadis menjadi alasan mengapa riwayat mereka mendapat perhatian besar dari para ulama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semangat Menuntut Ilmu
Kisah Ummu Hisyam menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan Islam. Ia tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga penjaga ilmu yang diwariskan Rasulullah.
Dari dirinya, umat Islam dapat belajar bahwa mencari ilmu adalah kewajiban yang berlaku bagi laki-laki maupun perempuan. Kesungguhan dalam mendengarkan, menghafal, dan menyampaikan ilmu merupakan amal yang bernilai besar di sisi Allah SWT.
Inspirasi bagi Muslimah Masa Kini
Ummu Hisyam binti Haritsah memberikan teladan tentang pentingnya menjaga ilmu dan menyebarkannya kepada orang lain. Melalui hadis-hadis yang diriwayatkannya, ia turut berkontribusi dalam menjaga warisan Islam yang terus dipelajari hingga saat ini.
Ketekunan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta semangatnya dalam menghadiri majelis Rasulullah menjadi inspirasi bagi Muslimah masa kini. Dari sosoknya, kita belajar bahwa ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh dapat menjadi amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir sepanjang zaman. [DW]





