GAS karbon ada dua: monoksida (CO) dan dioksida (CO2). Waspadai monoksida, karena ia pembunuh dalam senyap: tak berwarna, tak berbau, tak berasa.
Beberapa hari lalu, publik tanah air dikejutkan dengan tewasnya satu keluarga saat glamping di Temanggung. Mereka tewas dalam keadaan tidur di sleeping bag masing-masing.
Kenapa bisa tewas se’mulus’ itu? Jawaban ini masih diselidiki pihak kepolisian. Tapi dugaan sementaranya karena keracunan gas karbon.
Dugaan ini karena adanya kompor gas portable di dalam tenda. Bisa jadi, hasil pembakaran dari kompor ini, gas karbonnya masuk dan memenuhi ruangan tenda yang tertutup rapat karena udara dingin.
Pembunuh dalam Senyap
Gas karbon monoksida atau CO merupakan gas yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Kenyataannya, hampir semua pembakaran memang tidak sempurna. Misalnya, pembakaran dari kompor, mesin genset, mesin kendaraan, dan lainnya.
Dikatakan sebagai pembunuh dalam senyap, karena gas ini tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika gas ini masuk ke ruangan tertutup, maka hampir pasti, akan terhirup oleh manusia.
Jika di ruangan itu ada oksigen, karbon monoksida, dan karbon dioksida; maka yang paling awal terhirup tubuh adalah karbon monoksida.
Ketika gas ini terikat dengan hemoglobin (sel darah merah), maka akibatnya menjadi fatal. Yaitu, asupan oksigen berkurang drastis ke otak dan organ vital lainnya. Hal ini karena yang dibawa sel darah bukan oksigen melainkan gas karbon.
Lebih parahnya lagi, ketika gas ini terhirup, orang akan mengalami rasa kantuk yang lebih kuat. Nah di saat tertidur itulah, terjadi keracunan yang mematikan.
Jangan Ada ‘Bakar Api’ di Ruangan Tertutup
Betapa bahayanya gas CO ini, maka jangan lakukan proses pembakaran di ruangan tertutup. Misalnya, menyalakan kompor, genset, mesin kendaraan, dan lainnya.
Buat sirkulasi udara yang baik: membuka jendela, adanya lubang angin yang memadai, kipas pembuangan, ketika akan menyalakan alat-alat tersebut.
Sejumlah kasus kematian yang disebabkan oleh gas CO ini terus berulang. Misalnya, penumpang mobil yang tewas saat mobilnya berhenti dengan kendaraan yang masih terus hidup di ruangan tertutup. Juga kasus tewasnya dua pemuda di Sumatera saat mati listrik baru-baru ini karena menyalakan genset di sebuah ruangan. [Mh]





