MENJELANG Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa menggelar konferensi pers bertajuk “Dari Satu Pengorbanan Jadi Berlimpah Manfaat” di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan pada Senin (25/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat memaknai ibadah kurban tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial yang mampu memberikan manfaat luas bagi sesama.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ali Bustomi selaku Ketua Program Kurban 1447 H Dompet Dhuafa, Indro Warkop, Ahmad Juwaini, serta dua relawan Dompet Dhuafa yang terlibat dalam Misi Global Sumud Flotilla 2.0, yakni Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu.
Dalam pemaparannya, Ali Bustomi menegaskan bahwa esensi kurban sejatinya terletak pada nilai pengorbanan yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Menurutnya, nilai tersebut tetap relevan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Peternak Binaan Dompet Dhuafa Akui Dapat Banyak Ilmu Penggemukan Hewan Kurban
Semangat Berkurban Tak Sekadar Menyembelih Hewan, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Tebar Manfaat Lebih Luas
“Kalau bicara tentang kurban ini adalah pelajaran yang kita ambil dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, di mana kita melihat kisah tersebut dekat dengan pengorbanan. Dari 9 WNI yang sempat ditahan Israel dan dari 400 sekian aktivis dari berbagai negara, itu setidaknya sudah memberikan pelajaran besar bagi kita semua bahkan bagi saya pribadi bahwa jiwa berkorban itu tidak mudah,” ujar Ali Bustomi.
Pernyataan tersebut merujuk pada pengalaman para aktivis kemanusiaan yang terlibat dalam Misi Global Sumud Flotilla 2.0. Misi tersebut menjadi simbol solidaritas internasional terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, sekaligus menggambarkan makna pengorbanan yang melampaui kepentingan pribadi.
Sementara itu, Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa program kurban yang dijalankan Dompet Dhuafa selama ini tidak hanya berfokus pada proses penyembelihan hewan kurban, tetapi juga memastikan distribusi daging menjangkau masyarakat di berbagai wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses pangan. Melalui pengelolaan yang terencana, satu ekor hewan kurban dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak penerima manfaat.
Di sisi lain, kehadiran Indro Warkop DKI memberikan warna tersendiri dalam konferensi pers tersebut. Sebagai figur publik yang aktif mendukung berbagai kegiatan sosial, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum Iduladha sebagai sarana memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Adapun Ust. Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu berbagi pengalaman mereka selama menjalankan misi kemanusiaan bersama Dompet Dhuafa. Keduanya menekankan bahwa semangat pengorbanan, keberanian, dan kepedulian merupakan nilai yang sangat penting dalam setiap aksi kemanusiaan.
Melalui tema “Dari Satu Pengorbanan Jadi Berlimpah Manfaat”, Dompet Dhuafa berharap masyarakat dapat melihat kurban sebagai ibadah yang memiliki dampak sosial yang luas. Tidak hanya menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kurban juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas, membantu mereka yang membutuhkan, serta menghadirkan manfaat yang terus dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah. [DW]





