SABAR merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam berbagai ayat Al-Qur’an, umat Muslim diperintahkan untuk bersabar dalam menghadapi ujian, cobaan, maupun kesulitan hidup.
Bahkan, Allah menjanjikan balasan besar bagi orang-orang yang mampu menjaga kesabarannya, yakni surga dan keselamatan di akhirat.
Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Ar-Ra’d ayat 24:
سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّا رِ
“Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kesabaran menjadi salah satu sifat utama yang mengantarkan seseorang pada kemuliaan di sisi Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Meski demikian, pemahaman tentang sabar kerap disalahartikan oleh sebagian orang.
Tidak sedikit yang menganggap sabar sebagai sikap pasif, menyerah, atau membiarkan diri berada dalam keadaan terhina.
Padahal, dalam ajaran Islam, sabar bukan berarti lemah ataupun berhenti berusaha.
Kesalahpahaman tersebut dapat terlihat dalam sejumlah situasi. Misalnya, ketika suatu negeri Muslim mengalami penjajahan lalu masyarakat memilih diam tanpa upaya perlawanan dengan alasan bersabar.
Dalam pandangan Islam, sikap tersebut dinilai bukan bentuk kesabaran, melainkan sikap menyerah dan membiarkan kehormatan diri direndahkan.
Sabar Bukan Berarti Pasrah, Begini Makna Sabar dalam Islam
Contoh lain terjadi dalam kasus kekerasan rumah tangga. Seorang istri yang mengalami kekerasan fisik maupun psikis terkadang dinasihati untuk terus bersabar tanpa mencari jalan penyelesaian.
Padahal, Islam mengajarkan agar seseorang tetap berikhtiar, menasihati pelaku, serta mencari bantuan pihak yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Al-Qur’an menggambarkan sabar sebagai sikap tegar dan tidak mudah menyerah.
Baca juga: 5 Kisah Al-Qur’an ini Dapat Menumbuhkan Kesabaran Anda
Dalam Surah Ali ‘Imran ayat 146 disebutkan bahwa para pengikut nabi tetap kuat menghadapi cobaan, tidak lemah, tidak patah semangat, dan tidak menyerah kepada musuh.
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيّٖ قَٰتَلَ مَعَهُۥ رِبِّيُّونَ كَثِيرٞ فَمَا وَهَنُواْ لِمَآ أَصَابَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا ٱسۡتَكَانُواْۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menegaskan kecintaan-Nya kepada orang-orang yang sabar dalam menghadapi ujian dengan penuh keteguhan dan usaha.[Sdz]





