TAHUKAH kamu bahwa mengumandangkan takbir ternyata tidak hanya dilakukan menjelang Iduladha.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa takbir sudah dianjurkan sejak tanggal 1 Dzulhijjah dan terus dilaksanakan sampai berakhirnya hari-hari tasyriq.
Ustaz Farid Nu’man Hasan mengatakan bahwa amalan tersebut memiliki dasar dari praktik para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِي أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا
Dahulu Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar menuju pasar di hari-hari yang 10 (1-10 Dzulhijjah), mereka berdua bertakbir, dan manusia pun ikut bertakbir menyusul takbir mereka berdua. (Shahih Al Bukhari, Bab Fadhlil ‘Amal fi Ayyamit Tasyriiq, 1/39).
Dalam riwayat Shahih Al-Bukhari tersebut disebutkan bahwa Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah biasa keluar ke pasar pada 10 hari pertama Dzulhijjah sambil mengucapkan takbir.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Orang-orang yang mendengarnya kemudian ikut bertakbir bersama mereka.
Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Abdullah bin Abbas Radhiallahu ‘Anhuma saat menafsirkan ayat dalam Surah Al-Hajj ayat 28 mengenai “hari-hari yang telah diketahui”.
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan mereka mengingat nama Allah dihari-hari yang telah diketahui” (Q.S. Al Hajj: 28).
Menurut beliau, yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sedangkan “hari-hari yang berbilang” merujuk pada hari-hari tasyriq.
Pendapat ini turut diikuti oleh banyak sahabat, tabi’in, dan para ulama besar.
Ini Dalil Anjuran Bertakbir dari 1 Dzulhijjah hingga Hari Tasyriq
Imam Ibnu Katsir menyebut sejumlah nama seperti Abu Musa Al-Asy’ari, Mujahid, Atha, Sa’id bin Jubair, Hasan Al-Bashri, Qatadah, hingga Ibrahim An-Nakha’i yang memiliki pandangan serupa.
Pendapat tersebut juga dikenal dalam mazhab Syafi’i dan salah satu riwayat dari Imam Ahmad bin Hanbal.
Tak hanya itu, Imam Ibnu Rajab juga menambahkan beberapa tokoh lain yang mendukung anjuran bertakbir sejak awal Dzulhijjah, di antaranya Ibnu Umar, Ikrimah, dan Imam Abu Hanifah.
Anjuran memperbanyak takbir diperkuat melalui hadis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dari Ibnu Umar.
Nabi menyebut bahwa tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk melakukan amal saleh dibanding 10 hari pertama Dzulhijjah.
Baca juga: Inilah Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak tahlil, tahmid, dan takbir pada hari-hari tersebut.
Al-Hafizh Ibnu Hajar juga meriwayatkan perkataan Imam Ath-Thahawi bahwa para guru mereka telah membiasakan takbir pada 10 hari pertama Dzulhijjah.
Dari berbagai riwayat dan pendapat ulama itu, dapat dipahami bahwa menghidupkan takbir sejak awal Dzulhijjah hingga akhir hari tasyriq merupakan amalan yang memiliki landasan kuat dalam syariat Islam dan telah diamalkan sejak generasi salaf terdahulu.[Sdz]





