PIMPINAN Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2, dan Training for Trainer (TFT) Kepalestinaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu-Ahad (9-10/5) di aula Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarbaru.
Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan ini diikuti oleh seluruh pengurus PW Salimah dan perwakilan Pengurus Daerah (PD) yang ada di Kalimantan Selatan serta dihadiri oleh Dewan Pengawas Salimah Wilayah (DPSW) Kalimantan Selatan, Melly Meliawati dan Dahliani.
Narasumber kegiatan tersebut langsung dari Pimpinan Pusat (PP) Salimah, yaitu Unggul Hidayati (Ketua II) dan Rosdiana (Ketua Departemen Ekonomi), serta Rufaidah Ulfaturrohmah dari Adara.
Pembukaan kegiatan Rakornas, PKPS 2, dan TFT Kepalestinaan dilaksanakan sekaligus dengan mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak”.
Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan resmi oleh ketua PW Salimah Kalimantan Selatan, Rimalia. Dalam sambutannya Rimalia memberikan motivasi kepada seluruh pengurus agar menjadikan kerja di Salimah sebagai amal ikhlas yang dapat dijadikan sebagai ladang amal jariyah.
Kegiatan Rakornas dan PKPS 2 diawali dengan arahan dari Ketua II PP Salimah, Unggul Hidayati. Ia memberikan penguatan agar kegiatan ini dapat menghasilkan pengurus Salimah yang dapat berkontribusi bagi umat dengan menghadirkan program-program yang berdampak nyata untuk perempuan, anak dan keluarga. Ia juga menyampaikan, Rakornas tahun ini tidak seperti Rakornas pada tahun-tahun sebelumnya. Rakornas tahun ini pengurus PP diturunkan ke wilayah-wilayah di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk menyamakan persepsi agar terdapat kesamaan gerak langkah dari pusat.
Acara dimulai dengan membahas lebih rinci terkait Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), dan Manajemen Konflik. Materi PKPS 2 ini disampaikan secara bergantian oleh para narasumber dari Pimpinan Pusat.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian Tata Kelola Organisasi yang disampaikan langsung oleh Unggul Hidayati. Materi selanjutnya yaitu kebijakan Strategis dan Pedoman Tata kelola Lembaga Kelengkapan Salimah yang dibahas lebih rinci oleh Rosdiana.
Diharapkan peserta pelatihan dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai organisasi Salimah, memiliki pemahaman kemana akan melangkah sesuai AD/ART dan GBHO Salimah, memberi arah yang jelas untuk organisasi dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan bersama, serta dapat meningkatkan kerjasama tim dan mengelola konflik dengan baik sehingga mampu mengambil suatu keputusan yang berkontribusi positif sehingga dapat memberikan kebaikan pada masyarakat.
Hari pertama Rakornas dan PKPS 2 diakhiri dengan materi kewilayahan yang dipandu Ketua II PP Salimah. Pada sesi ini, peserta diajak berdiskusi terkait dengan pemetaan keunggulan, kelemahan, ide gagasan, dan aksi terkait kondisi di wilayah Kalimantan Selatan.
Diskusi berlangsung aktif dua arah antara peserta dan para narasumber sehingga membuat peserta antusias mengikuti pelatihan hingga selesai meskipun kegiatan berlangsung hingga malam.
Semua materi PKPS 2 yang diberikan sangat berguna untuk peningkatan kapabilitas para Pengurus Salimah di wilayah Kalimantan Selatan.
Hari kedua kegiatan diawali dengan penyampaian program kerja Salimah tahun 2026 secara bergantian oleh para narasumber dari Pimpinan Pusat. Unggul menyampaikan bahwa Sekretaris Umum dan Bendahara Umum bertanggung jawab kepada Ketua Umum, sedangkan departemen program yaitu Departemen Ekonomi, Departemen Dakwah, seta Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) berada di bawah tanggungjawab Ketua I, dan departemen non program yaitu Departemen Jaringan Lembaga dan Kajian (JLK), Departemen Humas, dan Departemen Pengembangan Wilayah dan Sumber Daya Manusia (Bangwil) berada di bawah tanggungjawab Ketua II Salimah.
Kegiatan dilanjutkan dengan louncing Salimahpreneur Kalimantan Selatan. Salimahpreneur merupakan salah satu program unggulan dalam Departemen Ekonomi yang menjadi perhatian utama tahun ini. Diharapkan dapat lahir pengusaha-pengusaha yang memiliki UMKM sehingga dapat tumbuh, besar, dan bermanfaat, jelas Rosdiana.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan rekomendasi PP Salimah kepada PW Salimah Kalimantan Selatan oleh Ketua Departemen Ekonomi PP Salimah, Rosdiana.
Setelah serangkaian Rakornas dan PKPS 2, PW Salimah Kalsel juga menyelenggarakan TFT Kepalestinaan sebagai upaya untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap Palestina. Kegiatan ini disampaikan langsung oleh Direktur Keuangan dan Operasional Adara Relief Internasional, Rufaidah Ulfaturrohmah.
Rufaidah menyampaikan bahwa Palestina terbagi menjadi 3 wilayah yaitu Tepi Barat, Kota Al Quds, dan Gaza. Seluruh wilayah Palestina tersebut telah dihancurkan oleh Zionis Israel, tidak ada bangunan yang berdiri kokoh, tidak ada pohon zaitun dan tumbuhan yang subur, tidak ada air yang bersih dan sebagainya. Bangsa Palestina merupakan bangsa terbesar yang mengungsi dari negaranya. Namun orang Palestina sangat luar biasa. Kekuatan mereka ada pada ilmu, cinta negeri dan cinta Al Qur’an.
TFT ini bertujuan supaya peserta dapat memiliki pemahaman, dapat mengenal Palestina lebih dekat dan diharapkan dapat meneruskan dan mengajak daerah-daerah di Kalimantan Selatan untuk meningkatkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap saudara-saudara di Palestina dengan meningkatkan ilmu, donasi kemanusiaan, memperbanyak doa untuk Palestina. [Mh/Salimah]



