JANGAN salah paham tentang obsesi Israel. Yang sedang mereka bangun itu bukan sebuah negara. Melainkan sebuah kekhalifahan yang berpusat di Yerusalem.
Jaringan Israel Raya
Setelah kejatuhan Kekhalifahan Usmani di Turki, Israel mendeklarasikan diri pada tahun 1948 di Palestina. Meski berdiri di negara orang lain, bangsa kera ini sudah membangun jaringan di seluruh dunia, terutama di AS dan Eropa.
Bisa dibilang, dari semua negara pemenang perang dunia dua itu juru kuncinya orang Yahudi yang berafiliasi dengan gerakan Israel Raya.
Mereka mendirikan PBB, fakta pertahanan Nato, Bank Dunia, persatuan olah raga dunia seperti FIFA, persatuan seniman dunia, dan berbagai organisasi dunia lainnya yang berada dalam kendali Yahudi dan Israel.
Mereka juga membangun agama baru yang menyatu dalam semangat humanisme yang disebut ‘Kebaikan tanpa Tuhan’.
Isinya antara lain, pemberdayaan manusia tanpa aturan Tuhan, etika berbasis manusia yang dianggap tidak kaku seperti wahyu, hak asasi manusia yang melabrak segala aturan ilahiyah, membangun kepercayaan pada diri sendiri bukan karena doa dan pertolongan Tuhan, dan seterusnya.
Semua aturan itu disosialiasikan ke seluruh dunia, dan bukan untuk satu kawasan seperti Eropa dan AS. Aturan itu ‘halus’ menyusup ke berbagai nasihat motivasi, dunia pendidikan, budaya, hukum, dan lainnya.
Memegang Kendali Dunia
Nyaris tak ada satu pun kendali hajat hidup orang banyak, tanpa kendali dari jaringan Yahudi dan Israel. Contoh bidang pendidikan yang bersumber dari Rockefeller asal New York AS.
Ia membangun kendali pendidikan seluruh dunia agar bisa dipekerjakan untuk jaringan bisnisnya di seluruh dunia. Di antara kendali itu adalah usia dan jenjang pendidikan. Dengan begitu, di usia tertentu, seluruh warga dunia bisa disesuaikan dengan kebutuhan kerja perusahaannya.
Inilah di antara jawaban kenapa lulusan pendidikan menengah di seluruh dunia hampir sama, sekitar 18 tahun. Dan di bawah usia itu, hukum dunia pun menyatakan bahwa mereka masih di bawah umur atau tidak boleh dipaksa nikah dan lainnya.
Seragamnya Alat Pembayaran Dunia
Sebelum tahun 70-an, dunia menerapkan standar keuangan masing-masing negara dengan cadangan emas mereka. Dengan begitu, setiap negara tidak bisa ‘memainkan’ nilai mata uangnya.
Namun, hal itu dihapus melalui kebijakan Bank Dunia. Setiap negara menggunakan uang kertas. Dan uang kertas itu merujuk pada nilai mata uang AS, yaitu dolar. Bukan lagi emas.
Cara ini menjadikan dolar menjadi mata uang dunia. Bahkan, mata uang ini bisa diperdagangkan dan menjadi standar nilai harga kebutuhan primer dunia: minyak. Semua negara Timteng diwajibkan menggunakan dolar AS untuk transaksi minyak mereka.
Di sisi lain, mereka begitu seenaknya mencetak uang sesuai sistem yang mereka atur. Jadi, berapa pun nilai utang mereka, selama masih dalam dolar, tidak akan pernah mempengaruhi keadaan ekonomi mereka.
Topeng PBB untuk Mengendalikan Dunia
Yahudi dan Israel melalui AS dan Eropa mendirikan lembaga persatuan dunia yang disebut PBB. Pusatnya berada di New York AS.
Lembaga ini menjaga jaringan Yahudi dan Israel agar tetap berkuasa di dunia. Mulai dari keamanan, hak asasi, budaya, pendidikan, seni, dan sebagainya.
Jadi, jangan pernah bermimpi untuk mengadili Netanyahu melalui lembaga buatan mereka sendiri. Dan jangan pula pernah bermimpi untuk mengandalkan lembaga ini untuk menghukum kejahatan perang Israel dan AS.
Perlawanan Islam harus dengan Cara Kekhalifahan
Negara Islam mana pun, gerakan Islam apa pun, jika bergerak secara lokal tidak akan pernah mampu mengalahkan Israel yang bergerak secara mendunia.
Sejarah memperlihatkan bagaimana satu per satu negara-negara Islam yang begitu kuat menjadi lumpuh karena bergerak sendirian. Antara lain, Mesir, Turki, Suriah, Irak, dan lainnya. Termasuk juga Iran jika terus bergerak secara sendirian.
Mau tak mau, negara Mullah ini juga harus membangun aliansi dengan negara-negara muslim lainnya, seperti Pakistan, Turki, Mesir, Suriah, Yaman, Irak, dan mungkin Indonesia. Kalau negara-negara teluk bisa dibilang sudah menjadi bagian dari aliansi Israel Raya.
Cara itu hampir mustahil, mungkin. Tapi, hanya cara itu yang bisa dilakukan untuk menumbangkan para penguasa kezaliman di akhir zaman ini. [Mh]





