SUAMI salah seorang korban kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Suyatno, tidak tahu kalau istrinya menjadi korban. Ia menunggu sampai satu jam. Hingga akhirnya mendapatkan kabar duka itu.
Malam itu, Senin (27/4), waktu menunjukkan pukul 8 malam lewat. Seperti biasa, Suyatno berangkat ke stasiun Cikarang untuk menjemput istrinya yang bekerja di Jakarta. Biasanya, istrinya akan tiba di stasiun itu sekitar jam 9 malam.
Namun, kali itu agak berbeda. Ia sudah menunggu satu jam lebih, tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Ayah dua anak ini pun menanyakan ke petugas di stasiun. Dari situlah ia mendapatkan kabar kalau ada kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Petugas pun menyarankan Suyatno untuk mengecek langsung ke stasiun Bekasi Timur.
Malam itu sudah menunjukkan jam 10 malam. Suyatno merasa perlu untuk mengajak seorang tetangganya untuk menemaninya ke lokasi kecelakaan. Dan keduanya pun berangkat ke lokasi.
Mereka tiba di Stasiun Bekasi Timur sekitar jam 12 malam. Meski sudah larut malam, tapi suasananya begitu ramai. Jalanan macet, mobil ambulan begitu banyak, dan warga begitu banyak di lokasi.
Setelah bertemu dengan salah seorang petugas, Suyatno dan tetangganya diminta untuk menyebutkan nama korban dan alamat. Setelah itu, keduanya menunggu informasi selanjutnya.
Sekitar jam 2, keduanya baru mendapatkan kabar kalau istri Suyatno, Ristuti, sudah berada di Rumah Sakit Bella Bekasi. Mereka pun bergegas menuju rumah sakit yang disebutkan.
Satu jam kemudian, keduanya sudah tiba di rumah sakit. Suyatno dan tetangganya mengira kalau istrinya itu sedang berbaring di dipan rumah sakit. Pihak rumah sakit akhirnya menyampaikan ke Suyatno kalau istrinya sudah meninggal dunia.
Keduanya pun menunggu proses selanjutnya. Suyatno menginginkan istrinya dibawa langsung ke kampung di Wonogiri untuk dishalatkan dan dimakamkan.
Karena begitu banyaknya korban yang juga harus diurus rumah sakit, istri Suyatno baru bisa dibawa ambulan ke rumah duka pada jam setengah 7 pagi (Selasa, 28/4).
Tetangganya pulang ke rumah untuk mengabarkan berita duka itu ke tetangga yang lain. Sementara, Suyatno dan almarhumah langsung ke kampung untuk mengurus pemakaman istrinya itu. [Mh]
sumber: tribunnews.com


