• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 27 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Kenalkan Tuhan Sejak Dini

01/03/2026
in Parenting
Bukti Pengaruh dari Doa yang Baik dan Buruk untuk Anak
80
SHARES
618
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KAK Eka Wardhana dari Rumah Pensil Publisher mengingatkan kita untuk mengenalkan Tuhan sejak dini kepada anak-anak. Karena tidak bisa disentuh oleh Panca Indera, konsep tentang Tuhan dianggap bersifat abstrak oleh otak kita. Benarkah demikian, Ayah dan Bunda?

Hmm… menurut saya hal itu bisa jadi benar buat orang dewasa. Karena otak manusia dewasa telah berada di ranah berpikir yang kongkret. Namun tidak demikian lho dengan anak-anak.

Ahli Psikologi Perkembangan bernama Jean Piaget mengatakan di bawah umur 7 tahun, cara berpikir seorang anak masih bersifat pra operasional dan pra kongkret. Mudahnya Ayah dan Bunda, anak-anak masih banyak berpikir dengan menggunakan imajinasi mereka.

Baca Juga: Bunda Eka Hartanti Bagikan Tips Kenalkan Sosok Nabi Sejak Dini Kepada Anak

Kenalkan Tuhan Sejak Dini

Nah, inilah saatnya menanamkan dalam-dalam di benak anak bahwa Tuhan itu ada, Tuhan itu Mahakuasa, Tuhan itu segala-galanya yang bersifat baik.

Masa kanak-kanak adalah masa tersubur untuk menanamkan dalam-dalam pohon keimanan. Itulah yang disebut fitrah.

Ayah dan Bunda, sadar atau tidak konsep pendidikan di Indonesia diletakkan di atas cara berpikir orang-orang non muslim dari dunia barat.

Kita dididik untuk hanya percaya pada hal-hal yang bisa disentuh oleh panca indera. Tidak ada tempat buat segala sesuatu yang bersifat ghaib.

Padahal, sebagai muslim kita tahu setidaknya ada satu indera lagi yang kita punya: imajinasi.

Dengan menggunakan imajinasi kita bisa membayangkan dahsyatnya Hari Kiamat, pedihnya Neraka dan indahnya Surga.

Imajinasi pula yang mengantarkan kita ke masa lalu, membayangkan berbagai peristiwa yang telah dialami umat-umat terdahulu: banjir Nabi Nuh, terbelahnya laut di zaman Nabi Musa, tampannya Nabi Yusuf sampai para wanita mengiris tangan mereka tanpa disadari.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Benarlah yang dibilang petinju terbesar sepanjang masa, Muhammad Ali: Orang yang tidak punya imajinasi memang tidak memiliki sayap. Ayah dan Bunda, tanpa imajinasi, iman sulit untuk ditanam.

“Umur umatku berkisar antara 60 sampai 70 tahun,” demikian sabda Nabi kita tercinta, Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Berarti usia kita memang amat singkat, Ayah dan Bunda.

Tanpa imajinasi, kita tak akan pergi ke mana-mana dengan jatah umur sependek itu. Benarlah seperti yang dikatakan orang-orang bijak, “Waktu memiliki keterbatasan, tetapi imajinasi tidak.”

Imajinasi sering terlihat lebih kuat dari pengetahuan, sama seperti halnya mimpi lebih kuat dari kenyataan dan harapan selalu lebih unggul dari pengalaman.

Nah Ayah dan Bunda, ternyata anak-anak kita tengah berada di dalam dunia yang sangat hebat sampai seolah tak terbatas. Dengan mudah seorang anak berkata, “Aku ingin jadi presiden!”, “Aku ingin jadi orang terkaya!” Bagi saya hal-hal seperti itu menunjukkan bukti betapa besar sebenarnya potensi yang dimiliki oleh seorang anak.

Ayah dan Bunda, sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita memanfaatkan masa-masa emas ini untuk menancapkan akidah yang benar dalam-dalam.

Orang-orang pengikut aliran sesat yang menganggap Ahmad Musadeq (salah satu contoh) sebagai nabi, adalah orang-orang yang di saat kecil tidak ditanam benih akidah yang benar.

Akhirnya, setelah dewasa barulah mereka berusaha mencari. Kenapa akhirnya mereka percaya pada orang nggak ganteng (soalnya dari kecil saya sudah membayangkan kalau Nabi Muhammad itu ganteng banget) bernama Ahmad Musadeq atau Mirza Ghulam Ahmad?

Jawabannya ya balik lagi: sebagai orang dewasa mereka lebih percaya pada panca indera. Mereka lihat Ahmad Musadeq ada di depan mata: bisa dilihat, bisa diraba, bisa dijilat (hueeek!), bisa didengar dan bisa dicium bau ilernya saat bangun tidur, sementara junjungan kita Muhammad Shalallahu alaihi wassalam tak bisa dilihat, maka jadilah mereka memilih si Ahmad Musadeq (semoga dia cepat insyaf) ini.

Sementara orang-orang yang sejak kecil tertanam di hatinya akidah yang benar minimal akan geleng-geleng kepala tak habis pikir: kenapa ya ada orang yang mau ikutan ajarannya si orang nggak ganteng itu?

Begitulah Ayah dan Bunda, besarnya perbedaan menanamkan akidah di masa subur dengan masa kering.

Karena itu, yuk kenalkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sejak dini, ceritakan kisah Nabi Muhammad sesegera mungkin agar kelak anak-anak kita tumbuh jadi muslim yang lurus dan teguh. Manfaatkan benar masa-masa emas ini, Ayah dan Bunda. Sebab sebentar lagi ia akan berlalu dan tak akan pernah kembali.

Salam Smart Parents!
[Cms/Sdz]

Tags: Mengenalkan tuhan sejak dini
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sholat Sunnah dalam Safar hanya Witir dan Qolbiyah Subuh

Next Post

Meneladani Rasulullah dalam Mendidik Generasi Sahabat

Next Post
Keberuntungan yang nyata

Meneladani Rasulullah dalam Mendidik Generasi Sahabat

Berdamai dengan Diri Sendiri

Qolbun Salim akan Melahirkan Keselamatan dan Kedamaian

Hak dan Kewajiban Suami Istri Menurut Kompilasi Hukum Islam

Kecuali Pengantin Baru, Suami Istri Tetap Boleh Bercumbu Saat Puasa

  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    730 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Nama itu Doa untuk Anak

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9187 shares
    Share 3675 Tweet 2297
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Hijrahfest 2024 Hadirkan Puluhan Influencer, Begini Kata Ikram Afro

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Cetak Rekor, Wahdah Islamiyah Jadi Ormas Pertama yang Gelar Sertifikasi Dai Massal Bersama MUI Pusat

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1956 shares
    Share 782 Tweet 489
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    298 shares
    Share 119 Tweet 75
  • Ketahui Jenis Kopi yang Aman bagi Kesehatan Ginjal

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga