PERANG Iran dan Zionis tidak sekadar tentang senjata dan keberanian. Lebih dari itu, perang menjadi pelajaran bahwa umat Islam harus menyadari kelalaiannya selama ini.
Sekitar seratus tahun ini, Umat Islam berada dalam bayang-bayang kejahatan Zionisme. Bukan hanya di Palestina. Melainkan juga di banyak negeri.
Hal ini karena Zionisme bukan sekadar ingin menguasai tanah Palestina, tapi juga seluruh negeri yang dihuni umat Islam. Setidaknya, mereka akan merusak mental sehingga umat Islam menjadi begitu lemah.
Teguran Allah Subhanahu wata’ala
Allah subhanahu wata’ala berfirman, “Ingatlah kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antaramu ada yang kikir. Siapa yang kikir, kekikirannya hanyalah untuk dirinya sendiri. Dan Allahlah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang berkehendak (butuh kepada Allah).
“Jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain. Dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (QS. Muhammad: 38)
Ketika suatu umat berpaling dari perintah Allah, maka Allah akan menggantikan dengan umat lain yang jauh lebih baik.
Jihad dan infak fi sabilillah adalah perintah yang kini dilalaikan umat Islam di banyak negeri. Akibatnya Umat Islam menjadi lemah, di saat yang bersamaan musuh Islam akan menjadi seolah sangat kuat.
Penyakit Wahan yang Kronis
Umat Islam di akhir zaman, menurut Nabi, dikepung oleh musuh-musuhnya. Mereka dikepung seperti orang-orang menyantap makanan secara bersamaan.
Sahabat menanyakan apakah saat itu Umat Islam sedikit. Nabi menjelaskan bahwa bahkan umat Islam sangat banyak. Tapi, mereka seperti buih.
Hal ini karena mereka dihinggapi penyakit wahan. “Apa itu wahan, Ya Rasulullah?” tanya seorang sahabat. “Cinta dunia dan takut mati,” jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Penyakit itulah yang kini diderita umat Islam kebanyakan. Terutama, mereka-mereka yang memiliki kekuasaan besar, harta berlimpah, dan ilmu keislaman yang banyak. Tapi, mereka menjadi penakut dan lemah karena wahan itu.
Iran seperti ‘Makhluk Asing’ di tengah Umat Islam
Satu abad lebih, umat Islam dipecah belah oleh Zionis. Yang satu dibuai dan dilemahkan, yang lainnya lagi difitnah dan diperangi.
Zionis memainkan stigma di banyak kawasan. Antara lain, kawasan Amerika Latin sebagai ‘gudang’ narkoba, Arab dan Islam sebagai lahan subur terorisme, dan Iran sebagai aliran syiah yang sesat dan jahat.
Selama seratus tahun itu, stigma itu pun menjadi keyakinan umat manusia. Apa pun yang dilakukan Zionis terhadap kawasan itu menjadi dianggap benar dan legal.
Di tengah ketidakberdayaan itu, umat Islam dikejutkan dengan kekuatan baru di Iran. Tapi, sebagian umat masih dihinggapi residu fitnah Zionis. Yaitu, sama saja Zionis dan Syiah, sama-sama sudah berbuat zalim terhadap umat Islam.
Artinya, tidak perlu ada keberpihakan, apalagi dukungan. Kalau perlu, diadu saja antara umat Islam sunni dengan syiah. Itulah yang diinginkan Zionis.
Kenapa Iran tampil beda?
Hal ini karena mereka terlebih dahulu Allah anugerahkan kesadaran bahwa abad ini dikuasai oleh generasi setan yang bernama Zionis.
Pada tahun 70-an, generasi muda Iran ‘magang’ di perusahaan-perusahaan senjata Nato. Dan ketika kekuasaan bisa mereka pegang, revolusi tahun 1979, seluruh aset itu pun kembali ke Iran. Saat itulah mereka membangun kekuatan baru.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Juni tahun lalu pernah mengungkapkan bahwa ada ratusan tenaga ahlinya yang sedang berada di Iran saat serangan Zionis di Juni tahun lalu terjadi.
Pertanyaannya, para ahli dari Rusia itu sedang mengajar atau belajar? Kalau jumlahnya tidak sampai sepuluh orang, maka itu sedang mengajar. Tapi kalau ratusan, bisa disimpulkan bahwa mereka sedang belajar di Iran.
Boleh jadi, banyak orang salah selama ini. Mereka nilai kalau Rusia yang mensuplai senjata ke Iran. Padahal sebenarnya, Iranlah yang menyuplai senjata ke Rusia.
Dan belum lama ini, dunia dikejutkan dengan senjata baru Rusia yang bernama Oreshnik. Yaitu, sebuah rudal yang bisa menjangkau ribuan kilometer hanya dalam bilangan menit. Dan kini, dunia termasuk Zionis, begitu terkejut ketika Iran memamerkan berbagai jenis ‘Oreshnik’ karya anak negerinya.
Allah Maha Berkuasa terhadap hamba-hamba-Nya. Jika umat Islam sunni ‘memble’, Ia bisa menggerakkan umat Islam syiah untuk menutupi kelemahan itu. Bukan untuk mempermalukan, tapi untuk saling belajar. [Mh]


