KEINDAHAN lantunan ayat suci Al-Quran kini bergema hingga ke ujung selatan dunia ketika seorang pemuda asal Indonesia membawa misi dakwah dan pendidikan Islam ke Selandia Baru.
Ahmad Gagah Gattuso (23), seorang pengajar Al-Qur’an dan aktivis dakwah pemuda dari Indonesia, hadir di Queenstown untuk berbagi ilmu serta memperkuat ukhuwah dan pemahaman Islam di kalangan komunitas Muslim maupun non-Muslim yang tinggal di negara tersebut.
Gagah merupakan lulusan Bachelor of Education (Arabic Education) dari Universitas Darussalam Gontor, sebuah institusi pendidikan Islam yang dikenal aktif melahirkan banyak pendidik dan tokoh masyarakat di Indonesia.
Selain berpengalaman mengajar Al-Qur’an kepada mahasiswa internasional, ia juga dikenal sebagai pengajar bahasa Arab dan bahasa Inggris serta aktif dalam berbagai kegiatan kepemimpinan pemuda dan pengembangan komunitas.
Perjalanan akademiknya juga membawanya meraih kesempatan sebagai penerima Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) yang memberinya kesempatan mengikuti program akademik di Yale University di Amerika Serikat.
Kehadiran Gagah di Selandia Baru difasilitasi oleh MyFundAction New Zealand, sebuah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada pengembangan pemuda dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui program ini, MyFundAction memberikan kesempatan kepada anak-anak muda berpotensi untuk berdakwah, berbagi ilmu, serta membangun hubungan global dengan komunitas Muslim di berbagai negara.
“MyFundAction percaya bahwa pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Kami menyediakan platform agar tokoh muda seperti Ahmad Gagah Gattuso dapat berdakwah dan berbagi nilai-nilai Islam kepada masyarakat internasional,” ujar perwakilan MyFundAction.
Selama berada di Queenstown, Gagah terlibat dalam berbagai kegiatan seperti kajian Al-Qur’an, sesi pendidikan Islam, program pengembangan pemuda, serta kegiatan komunitas bersama masyarakat Muslim setempat.
Beberapa kegiatan tersebut juga melibatkan interaksi dengan masyarakat lokal, seperti sesi perkenalan Al-Qur’an kepada warga non-Muslim, diskusi ringan mengenai nilai-nilai Islam, serta kegiatan berbagi makanan sebagai bentuk keramahan dan semangat kebersamaan di bulan Ramadan.
Baca juga: Selandia Baru Rilis Buku Cerita untuk Bantu Anak-anak Memahami Muslim
Dakwah Mendunia: Ustaz Muda Indonesia Gaungkan Al-Quran di Selandia Baru
Kehadiran Gagah juga mendapat sambutan hangat dari anggota komunitas Muslim setempat. Arafat, seorang imam di Queenstown Islamic Centre, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi dan kepribadian Gagah selama berada di sana.
“Alhamdulillah, bertemu dengan Brother Gagah merupakan sebuah kebahagiaan. Ia adalah pemuda yang luar biasa dengan kedalaman pengetahuan yang mengesankan dalam studi Islam dan bahasa Arab, dan terlihat jelas betapa besar kecintaannya terhadap ilmu yang ia ajarkan. Yang lebih menonjol lagi adalah kerendahan hati dan kebaikannya. Jarang sekali bertemu seseorang yang begitu berilmu namun tetap sangat rendah hati dan membumi. Saya tentu akan sangat senang menyambutnya kembali kapan saja, baik untuk menjelajahi lebih banyak tempat di Selandia Baru maupun sekadar melanjutkan belajar dari wawasan yang ia miliki, insyaAllah,” ujarnya.
Bagi Gagah, kesempatan berdakwah di luar negeri merupakan amanah besar sekaligus peluang untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang penuh hikmah kepada masyarakat yang lebih luas.
“Islam mengajarkan rahmat, kebijaksanaan, dan kasih sayang bagi seluruh umat manusia. Di mana pun kita berada, kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan keindahan Al-Qur’an kepada masyarakat,” ungkapnya.
Melalui inisiatif seperti ini, peran generasi muda dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang penuh hikmah dan rahmat semakin terasa di berbagai belahan dunia.
Di negeri yang terkenal dengan keindahan pegunungan dan danau-danau alaminya ini, suara Al-Qur’an dari seorang pemuda Nusantara kini menjadi simbol bahwa dakwah Islam mampu melampaui batas negara dan budaya.[ind]


