• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Ketika Sosok Ibu Berseberangan dengan Nilai Islam

09/03/2026
in Nasihat
Orang Biasa yang Istimewa di Sisi Allah

Ilustrasi, foto: stock.adobe.com

69
SHARES
528
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

IBU itu mulia, melampaui kemuliaan manusia apa pun. Tapi, bagaimana dengan kemuliaan Islam?

Ada sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang begitu perfect, sempurna. Muda, tampan, menarik, kaya, cerdas, dan beradab tinggi. Ia adalah Mush’ab bin Umair radhiyallahu ‘anhu.

Mush’ab bin Umair merupakan idola anak muda di Mekah. Ia tampan dan cerdas, adabnya begitu tinggi. Tubuhnya selalu harum. Siapa pun yang berbicara dengannya akan menghormati dan memuliakannya. Meskipun Mush’ab hanya anak usia dua puluhan tahun.

Bahkan, sedemikian mulianya sosok Mush’ab di kalangan petinggi Quraisy, anak muda itu diperbolehkan untuk mewakili sukunya di rapat pembesar Quraisy.

Hampir tak ada yang ditakuti dan disegani Mush’ab. Siapa pun. Kecuali, satu orang. Yaitu, ibunya sendiri.

Ibunya Mush’ab orang kaya. Karakternya keras. Dan, ia memiliki banyak pengawal.

Ketika Mush’ab bertemu dengan Rasulullah, ia langsung ‘jatuh cinta’. Terlebih ketika Nabi kerap membacakannya Al-Qur’an. Orang yang cerdas dan berwawasan luas, akan memahami betul apa yang terkandung dalam Al-Qur’an. Mush’ab masuk Islam di tahun keempat kenabian.

Namun begitu, Mush’ab tetap merahasiakan keislamannya. Secara rahasia ia mengikuti kajian bersama Rasulullah di rumah Al-Arqam bin Abi Arqam. Hingga, ada seseorang yang memergokinya sudah masuk Islam.

Info rahasia ini menyebar. Hingga sampai ke telinga ibu Mush’ab dan keluarga besarnya.

Mush’ab pun disidang, diinterogasi, dimarah-marahi keluarga besarnya, hingga ibunya nyaris akan memukul wajah Mush’ab karena begitu emosi. Mush’ab pun membacakan sebagian dari ayat Al-Qur’an.

Mendengar bacaan Al-Qur’an dari Mush’ab sontak seisi ruangan tertegun. Mereka memahami apa yang disampaikan Al-Qur’an. Termasuk ibu Mush’ab yang akhirnya urung akan memukul wajah Mush’ab.

“Kurung dia!” ucap sang ibu kepada para pengawalnya. Dan, beberapa hari Mush’ab terpenjara dalam kurungan di rumahnya sendiri.

Hingga, ia mendapat kabar kalau Rasulullah menghijrahkan sebagian sahabat dan sahabiyah menuju negeri Habasyah atau Ethiopia. Setelah berhasil melarikan diri, Mush’ab ikut hijrah ke Habasyah.

Beberapa tahun di Habasyah, Mush’ab kembali ke Mekah. Rupanya hal itu juga diketahui ibunya. Mush’ab kembali ditangkap orang-orang ibunya.

Tapi, di hadapan ibunya, Mush’ab berbicara tegas. “Siapa pun yang menghalangiku dari jalan Islam, akan aku lawan!”

Ibunya tak mau surut. Ia mengancam Mush’ab, “Kalau kamu tidak mau kembali kepada keyakinan nenek moyang kita, aku akan putus semua fasilitas yang selama ini kuberikan.”

Itulah momen terakhir pertemuan antara Mush’ab dan ibunya. Dua-duanya sama-sama teguh dengan prinsip masing-masing.

Tak lama setelah kejadian itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan Mush’ab duta atau dai khusus untuk warga Madinah. Saat itu, belum ada perintah hijrah ke Madinah.

Mush’ab menunaikan tugasnya dengan begitu sempurna. Begitu banyak tokoh Madinah yang masuk Islam melalui dakwahnya. Di antaranya adalah dua kepala suku: Aus dan Khazrah. Yaitu, Saad bin Muadz dan Saad bin Ubadah. Dengan begitu, tak lagi ada halangan Islam masuk ke Madinah.

Mush’ab menikah dengan muslimah yang juga putri dari suku terhormat di Quraisy. Namanya Hamnah binti Jahsy radhiyallahu ‘anha. Hamnah adalah adik dari Zainab binti Jahsy yang juga istri Rasulullah.

Setelah peristiwa hijrah ke Madinah, Mush’ab mengikuti perang yang dipimpin Rasulullah. Termasuk Perang Badar dan Uhud.

Allah berkehendak lain. Mush’ab tidak lagi bisa mengikuti peperangan lain setelah Uhud. Hal ini karena ia syahid di Perang Uhud.

Musuh mengira kalau sosok Mush’ab adalah Rasulullah yang mereka incar. Ketika syahid, Nabi kesulitan mencari kain kafan untuk menutupi tubuh Mush’ab. Sekali pun ada tidak mencukupi. Kalau ditutupi bagian wajah, kakinya terlihat. Begitu pun sebaliknya.

Mush’ab syahid di usia 40 tahun. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang putri. Namanya Zainab binti Mush’ab.

Jasa Mush’ab tak ternilai untuk perjuangan Islam. Dialah sosok di balik kesiapan warga Madinah menerima kedatangan Rasulullah dan Islam.

**

Siapa pun mencintai ibu. Bahkan orang jahat sekali pun memiliki kecintaan yang tinggi kepada ibunya. Islam pun mengajarkan demikian.

Inilah ujian besarnya. Adakalanya, ibulah yang paling tidak suka dengan hal yang Islami terhadap anaknya.

Tetaplah dalam pijakan istiqamah. Tetap pula hormati dan cintai ibu. Boleh jadi, Allah akan melimpahkan cahaya Islam kepada hati ibu melalui keteguhan anaknya. [Mh]

 

Tags: Ketika Sosok Ibu Berseberangan dengan Nilai IslamMush'ab bin Umar
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Asal Usul Baju Koko

Next Post

Tujuan Ibadah Puasa: Meneguhkan Pengabdian kepada Allah

Next Post
Tujuan Ibadah Puasa: Meneguhkan Pengabdian kepada Allah

Tujuan Ibadah Puasa: Meneguhkan Pengabdian kepada Allah

Memantaskan Diri Bertemu Syahrut Tarbiyah

Keberhasilan Ramadan Versi Ninin Kholida

Bentuk yang Eksotis, Keunggulan Buah Manggis Ada Pada Kulitnya

Bentuk yang Eksotis, Keunggulan Buah Manggis Ada Pada Kulitnya

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    141 shares
    Share 56 Tweet 35
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9201 shares
    Share 3680 Tweet 2300
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • 5 Style Gamis untuk Kajian yang Sopan dan Tetap Stylish

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Ragam Manfaat Teh Rosella untuk Kesehatan Tubuh

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4162 shares
    Share 1665 Tweet 1041
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1248 shares
    Share 499 Tweet 312
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1964 shares
    Share 786 Tweet 491
  • Muslim LifeFest 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Tren Halal Lifestyle dan Edukasi Syariah Terlengkap di ICE BSD

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4764 shares
    Share 1906 Tweet 1191
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga