STRATEGI penting agar puasa tetap sehat dan tubuh tetap prima. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga soal menjaga tubuh tetap bugar agar aktivitas dan ibadah berjalan lancar sepanjang Ramadhan.
Perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadhan memang menuntut penyesuaian gaya hidup. Penerapan kebiasaan yang tepat sejak sahur, berbuka, hingga waktu istirahat menjadi kunci agar puasa tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi manfaat kesehatan.
Pemilihan jenis dan jumlah makanan saat sahur perlu disesuaikan dengan ukuran tubuh, tingkat aktivitas, dan tujuan berpuasa.
Untuk remaja dan orang dewasa yang sehat, secara umum konsumsi yang dianjurkan saat sahur adalah 0,5–1 porsi makanan pokok, 1–2 lauk pauk, 1 porsi sayur, 1 porsi buah, serta 2–3 gelas minuman, terutama air putih.
Baca juga: Hukum Berbekam, Cabut Gigi dan Donor Darah Saat Berpuasa
Strategi Penting Agar Puasa Tetap Sehat dan Tubuh Tetap Prima
Individu dengan tubuh besar dan berotot dapat mengonsumsi makanan pokok berserat lebih banyak serta lauk pauk rendah lemak agar tetap bertenaga.
Makanan yang terlalu kering, berminyak, berlemak, atau memiliki rasa ekstrem seperti terlalu pedas, asin, asam, dan manis sebaiknya dibatasi.
Makanan yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya juga sebaiknya dihindari untuk mencegah gangguan pencernaan.
Untuk mencegah dehidrasi, disarankan konsumsi sekitar 6–8 gelas air per hari pada waktu yang diperbolehkan.
Pembagiannya bisa 1–2 gelas saat berbuka, 1–2 gelas saat makan malam, 1–2 gelas sebelum tidur, serta 2–3 gelas saat sahur dan akhir sahur.
Olahraga tetap aman dilakukan selama berpuasa bagi remaja dan orang dewasa yang sehat. Waktu terbaik untuk berolahraga adalah pagi hari karena udara masih segar dan kadar oksigen relatif lebih tinggi. Paparan sinar ultraviolet B pada pagi hari juga bermanfaat bagi tubuh.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Olahraga juga bisa dilakukan menjelang berbuka atau malam hari, tetapi manfaatnya tidak seoptimal pagi hari dan berpotensi mengganggu waktu ibadah.
Selain aktivitas fisik, kualitas tidur juga tidak boleh diabaikan. Secara umum, tubuh membutuhkan sekitar tujuh jam tidur per hari.
Selama Ramadhan, waktu tidur malam dapat diupayakan 4–6 jam dan dilengkapi dengan tidur siang singkat selama 20–40 menit.
Tidur pulas itu penting. Kenali faktor yang mengganggu tidur dan upayakan kondisi yang mendukung agar kualitas tidur tetap terjaga selama Ramadhan.
Dengan pengaturan pola makan, asupan cairan, olahraga yang tepat, dan tidur cukup, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman dan tubuh tetap prima hingga waktu berbuka tiba. [Din]





