ISRAEL kembali menyerang Gaza di tengah perjanjian damai Board of Peace Trump. Apa di balik serangan Israel yang menyasar kamp pengungsi itu?
Perilaku negara Israel yang barbar memang bukan hal baru. Mereka selalu saja membuat kekacauan di bumi Palestina, termasuk Gaza. Tapi, serangan pada Sabtu (31/1) lalu terasa aneh. Ada apa?
Keanehan pertama adalah dilakukan terhadap warga yang sedang mengungsi. Bukan target-target perlawanan yang selama ini didalihkan Israel.
Kedua, dilakukan hanya beberapa hari setelah Trump membangga-banggakan Dewan Perdamaian Gaza atau BoP.
Dengan serangan brutal ini, Israel seperti ingin menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Trump melalui Dewan Perdamaiannya adalah nol besar. Tidak ada artinya apa-apa.
Dengan kata lain, Israel ingin mempermalukan Trump di hadapan dunia internasional yang bingung harus bersikap apa terhadap BoP ala Trump itu.
Israel Kecewa Trump Tak Juga Serang Iran
Ada hal menarik yang terjadi pada Kamis (29/1) lalu di Washington. Sejumlah petinggi militer dan intelijen AS dan Israel melakukan diskusi panjang. Hal ini setidaknya masuk dalam pantauan Reuter edisi 29/1 lalu. Termasuk hadir di situ Menhan Arab Saudi, KBS: Khalid bin Salman.
Pembicaraan berkisar tentang kenapa Trump tak kunjung melakukan serangan terhadap Iran. Karena takut atau pertimbangan lain yang biasanya tak jauh dari soal uang dan negosiasi bisnis.
Hal ini setelah Trump tiba-tiba melontarkan alasan yang mungkin menurut pihak-pihak itu terasa aneh. Yaitu, ‘sudah ada negosiasi antara AS dan Iran’.
Mungkin para pihak itu merasa kesal. Kok, masih ada negosiasi lagi? Dan untuk karakter Trump, hal itu sudah menjadi pemakluman. Yaitu, selalu ada negosiasi bisnis di tengah isu perang.
Hal inilah yang sepertinya membuat Israel sangat geram. Serangan brutal Israel itu bukan hanya menewaskan lebih dari tiga puluh warga Gaza yang tak berdosa, tapi juga sangat mempermalukan Trump.
Serangan ini sepertinya juga dimaksudkan Israel untuk menunjukkan kepada dunia tentang siapa bos yang sebenarnya. Bukan Trump dan AS. Melainkan Netanyahu dan Israel. [Mh]




