PERSAUDARAAN Muslimah (Salimah) hadir untuk berkontribusi dan memberi solusi. Peningkatan kualitas hidup perempuan adalah hal yang sangat penting. Sebab, jika perempuan berkualitas dan bermartabat, maka berkualitas dan bermartabat pula negara.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, saat memimpin rapat kerja Pimpinan Pusat (PP) Salimah di Jakarta pada Kamis (15/1/2026).
Reni mengatakan, perempuan berperan penting dalam membangun peradaban yang dimulai dari rumah. Salimah bersama berbagai komponen bangsa membangun manusia Indonesia seutuhnya yang bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia.
Karakter pengurus Salimah, tambah Reni, didasarkan pada Al Qur’an Surat At Taubah ayat 71. Artinya, pengurus Salimah senantiasa mengajak orang mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan RasulNya.
“Karakter ini diimplementasikan dengan partisipasi muslimah dalam pembangunan melalui peran strategisnya di ranah domestik dan ranah publik. Tidak mungkin tidak bagi kita berperan di ranah domestik karena dari rumah lah lahir calon pemimpin bangsa. Dan sebagai muslimah, kita tidak bisa memutuskan segala sesuatu sendirian karena penting untuk melakukan diskusi bersama keluarga,” ucapnya.
Sedangkan di ranah publik, pengurus Salimah juga punya peran besar. Reni mengacu pada rekam sejarah perjuangan pergerakan perempuan Indonesia yang diwarnai kiprah para pahlawan muslimah seperti Laksamana Malahayati, Ratu Kalinyamat, Cut -Nya’ Dien, RA Kartini, dll.
Saat ini Salimah berada pada tahap menaiktanggakan organisasi. Karenanya, ormas muslimah ini tengah berupaya meningkatkan kualitas, standar, dan praktik pengelolaan organisasi ke tingkat yang lebih baik, tertata, dan profesional.
“Menaiktanggakan tata kelola organisasi berarti membuat organisasi lebih rapi secara sistem, lebih jelas pembagian tugas dan kewenangan, lebih transparan dan akuntabel, lebih profesional dan berkelanjutan, dan lebih dipercaya oleh anggota dan publik. Caranya dengan menjaga hati agar solid, bersikap inklusif dengan mengajak orang menerjemahkan dan melaksanakan QS At Taubah 71, inovatif, serta transformatif melakukan pergerakan dan perubahan untuk naik kelas,” jelas Reni.
Rapat kerja PP Salimah ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun 2025 dan menyusun program kerja setahun ke depan. Dilaksanakan sebanyak dua hari (15/1) dan (24/1), rapat diisi dengan presentasi semua departemen, sekretaris, dan bendahara. [Mh/Salimah]




