TIGA anak Palestina dilaporkan meninggal dunia di Jalur Gaza akibat cuaca dingin dalam dua hari terakhir, di tengah kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat keterbatasan tempat tinggal dan perlengkapan musim dingin.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.
Seorang bayi berusia dua bulan dilaporkan meninggal pada Ahad (11/1/2026), sementara dua korban lainnya, seorang anak berusia empat tahun dan bayi berusia tujuh hari, meninggal pada Senin (12/1/2026).
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sejak awal musim dingin, sedikitnya enam anak meninggal akibat paparan suhu dingin ekstrem.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa sejak eskalasi konflik pada Oktober 2023, sedikitnya 21 orang, termasuk 18 anak-anak, meninggal akibat kedinginan.
Seluruh korban disebut tinggal di kamp pengungsian darurat. Dalam pernyataan resminya, kantor tersebut memperingatkan potensi peningkatan jumlah korban jika tidak ada intervensi kemanusiaan segera, terutama bagi anak-anak, orang sakit, dan lansia.
Konflik yang berlangsung telah menyebabkan kerusakan luas pada perumahan, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur sipil di Gaza.
Tiga Anak Palestina Meninggal Akibat Cuaca Dingin di Gaza
Data otoritas setempat menunjukkan sekitar 1,5 juta penduduk saat ini tidak memiliki tempat tinggal yang layak.
Masuknya tenda, rumah mobil, serta perlengkapan pemanas dilaporkan masih terbatas.
Shelter Cluster, sebuah mekanisme koordinasi antarlembaga, melaporkan lebih dari 42.000 tenda dan tempat penampungan sementara rusak akibat badai antara 10 hingga 17 Desember 2025.
Kerusakan tersebut berdampak pada hampir 250.000 warga.
Baca juga: PBB Temukan Penghancuran Layanan Ibu dan Anak di Tengah Genosida Gaza
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menilai kondisi di Gaza memerlukan peningkatan pengiriman bantuan.
Direktur komunikasi UNRWA, Jonathan Fowler, menyebut situasi kemanusiaan di wilayah tersebut tetap kritis, dengan musim dingin memperburuk risiko kesehatan, termasuk meningkatnya penyakit pernapasan.
Pihak rumah sakit di Gaza melaporkan lonjakan pasien dengan penyakit terkait musim dingin.
Rumah Sakit Nasser dan Rumah Sakit al-Shifa menyebutkan keterbatasan obat-obatan serta meningkatnya tingkat hunian, terutama di bangsal anak dan unit perawatan intensif.[Sdz]





