PENYEDIAAN konektivitas internet, serta literasi dan keterampilan digital siap lengkapi fasilitas program sekolah rakyat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan Kementerian Komunikasi dan Digital siap memberikan dukungan kepada program Sekolah Rakyat melalui penyediaan konektivitas internet, penguatan jaringan sekolah, serta literasi dan keterampilan digital.
Sebagai informasi, pemerintah meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai upaya memastikan setiap anak memperoleh hak belajar tanpa terhambat faktor ekonomi dan wilayah.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Tetap Hidupi Lingkungan Sekolah Meskipun Hari Libur
Konektivitas Internet, Literasi dan Keterampilan Digital Siap Lengkapi Fasilitas Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat secara serentak, dengan pusat kegiatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin. Dalam peresmian tersebut, Presiden didampingi oleh para menteri, termasuk Menkomdigi Meutya Hafid.
Kemkomdigi menegaskan kehadirannya merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan Sekolah Rakyat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga didukung konektivitas digital agar proses pembelajaran dapat berjalan setara di seluruh wilayah Indonesia.
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat. Dia menyebut Sekolah Rakyat sebagai langkah terobosan dan langkah berani untuk menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Presiden menegaskan pembangunan harus disertai pemerataan agar manfaatnya dirasakan rakyat. Melalui Sekolah Rakyat, negara membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi Indonesia yang berdaya saing di masa depan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf melaporkan Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota. Program ini menampung 15.954 siswa dengan dukungan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan. [Din]





