• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 3 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Memaknai ‘Allahu Akbar’ Bung Tomo

10/11/2025
in Nasihat
Memaknai Nilai Kemerdekaan dan Kepahlawanan

Ilustrasi, foto: gambarmenarikhd.blogspot.com

71
SHARES
547
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Namanya Sutomo. Lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920. Ia seorang pejuang, orator, jurnalis, aktivis, dan ayah untuk keluarganya.

Setelah lulus setara SD di zaman itu pada usia 12 tahun, Bung Tomo kecil tak bisa melanjutkan ke sekolah lanjutan setingkat SMP di zaman Belanda. Hal ini karena krisis dunia termasuk di Indonesia yang masih dikuasai Belanda.

Tak mau menyerah, Bung Tomo belajar secara korespondensi di Hoogere Burgerschool atau HBS. Ia lebih banyak menyerap pendidikan informal di Kepanduan Bangsa Indonesia atau KBI. Di sini Bung Tomo 17 tahun tergolong berprestasi dan menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mampu meraih peringkat Pandu Garuda.

Di usia 18 hingga 25 tahun, Bung Tomo terjun ke dunia jurnalistik. Hal ini karena bakat berbahasa yang dimilikinya. Ia bekerja di berbagai media, seperti Expres dan kantor berita Antara.

Bakatnya dalam berbahasa juga membuatnya menonjol dalam berpidato. Bisa dibilang, di masa itu, ada dua tokoh Indonesia yang jago pidato: Bung Karno dan Bung Tomo. Ia mengakui banyak belajar dari Bung Karno dalam gaya dan penampilan pidato. Bisa dibilang, ia mencontek persis Bung Karno.

Di masa-masa pergolakan bersenjata, Bung Tomo juga aktif di ketentaraan. Terutama di tahun-tahun 45 yang mengantarkan Indonesia merdeka.

Sepertinya, ada dua tugas utamanya selain di ketentaraan itu saat masa pergolakan kemerdekaan. Pertama, melakukan pendekatan dengan para ulama di Jawa Timur dan pidato itu.

Tugas pertamanya itu pula yang menjadikannya begitu dekat dengan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama. Dan dari kedekatan itu pula, ia selalu menambahkan kalimat takbir di setiap akhir pidatonya: Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Bahkan ada seorang aktivis non muslim yang merasa bingung dengan dirinya sendiri. Ia begitu mengagumi pidato Bung Tomo. Dan tanpa sadar, ia juga berteriak ‘Allahu Akbar!’. Persis seperti yang diteriakkan Bung Tomo.

Resolusi Jihad Oktober 45

Pada bulan Oktober, Presiden Sukarno mengirim telegram ke KH Hasyim Asy’ari. Isinya sebuah pertanyaan diplomatis: apa hukumnya mengangkat senjata bagi seorang muslim untuk mengusir penjajah.

Hal ini ditanyakan karena sekutu akan balik menjajah lagi setelah Jepang menyerah. Dan salah satu pintu masuk penyerbuan itu melalui Surabaya.

Di tanggal 21 dan 22 Oktober, Pak Kiyai mengumpulkan para ulama NU se-jawa dan Madura untuk membahas pertanyaan presiden itu. Akhirnya, terbitlah sebuah fatwa yang sekaligus menjadi Resolusi Jihad. Isinya, wajib setiap individu muslim untuk berperang mengusir penjajah.

Nahdhatul Ulama dan para ulama menggelorakan jihad terhadap para santri dan umat Islam. Sementara, Bung Tomo terus berpidato melalui siaran RRI untuk menggelorakan hal yang sama. Hingga bertemulah semua itu di titik 10 November 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan.

Para ahli sejarah menyebut bahwa hari-hari di bulan November itu merupakan peperangan yang paling dahsyat dalam sejarah Republik Indonesia. Hasilnya, sekutu menarik mundur kekuatannya dan menunda serangan pada dua tahun berikutnya: 1947.

Ada sejumlah hal yang menjadi rahasia kemenangan perjuangan melawan penjajah. Pertama, kesadaran yang dibangun melalui akidah dan syariah Islam oleh para ulama saat itu, semangat yang terus diteriakkan oleh Bung Tomo dengan kata kunci: Allahu Akbar!, dan keberanian rakyat di medan tempur.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” teriak Bung Tomo saat itu yang diikuti oleh pasukan meski dengan senjata seadanya.

Salah satu tokoh di balik Hari Pahlawan ini  wafat pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah saat menunaikan ibadah haji.

**

Kalimat Allahu Akbar merupakan ungkapan agung yang penuh keberkahan. Kalimat ini mampu mengusir setan-setan, baik yang ada di dalam diri maupun yang di luarnya.

Seperti itulah yang dilakukan para pejuang sejak masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hingga di zaman saat ini. Bukan hanya di satu wilayah seperti Arab saja, melainkan juga di seluruh belahan dunia.

Jika kita merasa lemah, putus semangat dalam berjuang melawan tantangan hidup: teriakkan dalam hati kita, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” Hanya Allah yang paling besar dan selainnya sangat kecil.

Insya Allah, kita akan mendapati rute jalan solusi yang diinginkan. [Mh]

 

 

Tags: Hari PahlawanMemaknai ‘Allahu Akbar’ Bung Tomo
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kenapa Kemenangan Palestina Tidak Disegerakan Oleh Allah? (2)

Next Post

Dimensi Syukur dalam Kehidupan

Next Post
Dia yang Mengaku Mudah Tergoda Perempuan

Dimensi Syukur dalam Kehidupan

Kisah Pasukan Salib Telah Sampai di Dekat Baitul Maqdis, Persiapan Menjajah Masjid Al Aqsha

Kisah Pasukan Salib Telah Sampai di Dekat Baitul Maqdis, Persiapan Menjajah Masjid Al Aqsha

Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1815 shares
    Share 726 Tweet 454
  • SD Jakarta Islamic School JISc Satu-satunya Sekolah Islam di Jakarta Timur yang Ditunjuk sebagai Sekolah Model AI

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Salimah Kudus Gelar Seminar Silaturahmi Pecinta Al-Qur’an ke-9 dan Wisuda Tahfidz Baitul Qur’an Salimah ke-4

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Kemenag Ajak Umat Islam Laksanakan Shalat Khusuf saat Gerhana Bulan Total

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Indonesia pada 3 Maret 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Berikut Daftar Minyak Goreng Bebas Afiliasi, Jangan Sampai Salah Pilih

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Makna Bendera Merah ‘Jamkaran’ Iran

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3248 shares
    Share 1299 Tweet 812
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga