• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 30 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Menjaga Fitrah Seksualitas Anak

Desember 5, 2022
in Parenting
Menjaga Fitrah Seksualitas Anak

Foto: Unsplash

366
SHARES
2.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Menjaga Fitrah Seksualitas Anak

ADA suami yang sikapnya kaku dan kasar. Tidak memahami perasaan istri. Tidak akrab dan mesra dengan anak. Coba tanyakan, dekatkah beliau dengan ibunya di masa sebelum akil baligh.

Ada suami yang selalu “linglung” saat membuat visi dan misi keluarga. Selalu bingung bagaimana bersikap sebagai ayah. Akhirnya bergantung  pada istrinya. Coba tanyakan, dekatkah dia dengan ayahnya pada masa kanak-kanak.

Ayah dan bunda adalah figur yang harus ada sepanjang masa pendidik anak, sejak lahir hingga akil balig. Kehadiran ayah bunda penting untuk menjaga fitrah seksualitas anak.

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada ayah dan ibu.

Menurut Elly Risman, riset banyak membuktikan bahwa anak-anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dan persoalan sosial lainnya akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi.

Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, atau curiga pada hubungan dekat.

Baca Juga: Mendidik Anak Melalui Buku “Mari Mengenal Fitrahku”

Menjaga Fitrah Seksualitas Anak

Dalam mendidik fitrah seksualitas, ayah bunda menghadapi beberapa tahapan sesuai usia anak.

1. Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena masa menyusui.

2. Usia 3 – 6 tahun, anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.

Kedekatan dengan ayah bunda membuat anak mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan. Sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya.

Sikap mereka sesuai dengan jenis gendernya. Baik dari cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas.

Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan “saya perempuan” atau “saya lelaki”.

3. Usia 7 – 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayahnya. Anak lelaki sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.

Ayah mempunyai tanggung jawab untuk menuntun anak lelakinya untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka,  bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah.

Semua ini sebagai pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.

Maka menjadi tugas para ayah untuk menjadikan lisannya sebagai narasi kepemimpinan dan cinta. Menjadi tugas ayah untuk mendidik anak lelakinya terampil dalam urusan kelelakiannya dan keayahannya, Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya.

Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tata cara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.

Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.

Ibu juga harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.

Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.

4. Usia 10 – 14,. inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.

Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.

Islam memerintahkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan. Pada usia ini juga ada peringatan keras kepada anak saat ia lalai dalam shalatnya. Yang artinya mereka tidak mengenal Allah.

Bahkan jika pada usia 10 tahun masih meninggalkan sholat ada hukuman untuk anak.

Persiapan ini sesuai dengan fitrahnya karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.

Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah.

Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis.

Pada masa ini mereka harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki.

Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan penyikapan perempuan dan kelak juga istrinya.

Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois, atau kaku.

Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis.

Pada masa ini mereka juga harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan.

Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya. (May/Ln)

 

Tags: Menjaga Fitrah Seksualitas Anak
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aparkost Santri Solusi Program Kemandirian Pondok Pesantren Karantina Tahfiz Al-Qur’an Nasional

Next Post

Jadwal Lengkap Event di Jakarta untuk Liburan Akhir Pekan

Next Post
adwal Lengkap Event di Jakarta untuk Liburan Akhir Pekan

Jadwal Lengkap Event di Jakarta untuk Liburan Akhir Pekan

Ketika Pemimpin Menolak dengan Tegas

Ketika Pemimpin Menolak dengan Tegas

Resep Roti Goreng Pizza, Pas untuk Camilan Keluarga di Akhir Pekan

Resep Roti Goreng Pizza, Pas untuk Camilan Keluarga di Akhir Pekan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7667 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • AAW Unpad Pertemukan Profesor Amerika dan Jurnalis Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3235 shares
    Share 1294 Tweet 809
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5160 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Palestina Alquds Resto and Cafe, Tempat Makan Unik di Bogor dengan Hiasan Dinding Ornamen Masjidil Aqsha

    243 shares
    Share 97 Tweet 61
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Global Peace Convoy Indonesia Minta Pemerintah Kawal Relawan di Global Sumud Flotilla

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1591 shares
    Share 636 Tweet 398
  • 5 Nama Potongan Rambut Pria agar Tidak Qaza`

    1751 shares
    Share 700 Tweet 438
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga