PART 2; tentang Ramadan Kareem. Ada anak bertanya pada bapaknya ‘buat apa berlapar-lapar puasa, puasa itu adalah …’
Intinya;
1) Tak ada orang yang mati karena puasa, justru banyak orang mati karena makanan. Cholesterol karena jeroan yang enak dan lembut itu, diabetes karena gula dan coklat dubai yang enak itu menggigit sampai ke lidah tak bertulang, semua yang enak-enak bikin susah hidup. Betul kata anak saya ‘dunia penjara bagi orang mukmin‘ mau enak tapi terbatas dan menderita .. Hehe.
2) Dasar perempuan bahkan lelaki di masa kini ~ suka berghibah dengan pendahuluan ‘ehh maaf nii ya, bukan ngomongin orang, tapi begitu bicara namanya sedikit terungkaplah semua aibnya, bahkan sampai hafal semua jalan cerita dan kisah hidupnya. Lengkap walau tanpa bukti ..
Lalu istighfar bersama-sama dengan sedikit rasa puas ‘untung bukan kita yang seperti itu‘. Ghibah.
Bagi yang dighibahkan maka bahagia sebab pahala orang yang mengghibah atas sebab tilawah pagi atau dzikir almatsurat pagi membuat pahala dia terlempar dengan sukses kepada orang yang dighibahi.
Semua pahala ditransfer kepada orang yang kita dzholimi, kita ghibahin dll.
Kecuali Satu: Pahala puasa.
Kayak deposito enggak bisa dipindahin ke siapapun. Apa enggak keren??
Deposito abadi.
Intinya semua pahala bisa pindah kepada orang lain karena ulah buruk kita, kecuali pahala puasa ..
3) Puasa ada tingkatannya, nahan lapar, nahan haus dan nahan nafsu. Nafsu marah, nafsu mata, nafsu irihati. Ini yang sulit. Tapi kalau berhasil yang 3 ini. Maka kita keren, jadi puasanya tingkat advance. Lebih lanjut ada di buku Pembersih Jiwa karangan ‘Said Hawa (bab puasa), tapi .. itu bener-bener tingkat advance, hanya para kyai dan para wali yang mampu …
4) Puasa itu nahan pingin makan cireng bumbu rujak, nahan pingin makan bakso dengan tetelannya, maka kita nyimpan semua keinginan itu untuk dimakan habis magrib.
Tapi Allah juga janji (dalam buku Imam Qurthuby – huru hara hari kiamat).
Singkatnya: umat islam yang berpuasa, bisa masuk surga lewat pintu babur royan.
Nah begitu masuk ke pintu itu dan masuk ke dalam, terdapat banyak sekali makanan yang ketika di dunia (cireng, bakso dll ) yang kita tahan sampai maghrib karena berpuasa.
Ngebayanginnya saja sudah bahagia ‘begitu masuk pintu surga tersedia’ bubur ayam pakai sate hati ampela bumbu kuning, mie ayam Koko dan pangsit rebusnya yang lembut, cireng bumbu rujak, seblak bumbu kencur pakai sawi dan seafood. Es doger yang kelapanya lembut dan jatuh teratur. Hmm dan semua itu nikmatnya 100 kali dari lezatnya di dunia dan tidak berujung kotoran.
5) Apalagi yaa soal puasa. Oh yaa puasa itu menahan keinginan jasmani dan meningkatkan ruhy. Jadi enggak heran nafsu manusiawi kita berkurang karena yang ruhy lagi meningkat. Jadi kita klop rasanya dengan malaikat yang ghoib dan ruh tinggi. Sehingga hati kita semakin tenang – karena ruh kita sudah sama dan masuk dalam circle ruh para malaikat. Yang tenang dan menenangkan.
6) “Lu puasa? Kok muka lu seger??
“Kuat lu puasa? Biasanya jam segini lu nungguin lontong sayur??”
Cemoohan, godaan, bulian ada terus dari sejak kita masih kanak-kanak sampai kita punya anak. Hanya oknum yang membuly beda-beda.
Kita bisa bilang “ahh, puasa itu cuma Allah dan aku saja yang tahu.“
Kalian enggak usah membully. Karena ini adalah rahasia antara Tuhanku dan aku ..
Diriwayatkan oleh Bukhari, 1761 dan Muslim, 1946
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.”
Ketika semua amal untuk Allah dan Dia yang akan membalasnya, maka para ulama berbeda pendapat dalam firman-Nya, ( الصيام لي وأنا أجزي به = “Puasa untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya“). Mengapa puasa dikhususkan?
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah telah menyebutkan sepuluh alasan dari perkataan para ulama yang menjelaskan makna hadits dan sebab pengkhususan puasa dengan keutamaan ini.
Baca juga: Tausiyah Ramadan Seri 1
Tentang Ramadan Kareem
Alasan yang paling kuat adalah sebagai berikut:
1. Bahwa puasa tidak terkena riya sebagaimana (amalan) lainnya terkena riya. Al-Qurtuby rahimahullah berkata, “Ketika amalan-amalan yang lain dapat terserang penyakit riya, maka puasa tidak ada yang dapat mengetahui amalan tersebut kecuali Allah, maka Allah sandarkan puasa kepada Diri-Nya.
Oleh karena itu dikatakan dalam hadits, ‘Meninggalkan syahwatnya karena diri-Ku.’ Ibnu Al-Jauzi rahimahullah berkata, ‘Semua ibadah terlihat amalannya. Dan sedikit sekali yang selamat dari godaan (yakni terkadang bercampur dengan sedikit riya) berbeda dengan puasa.
2. Maksud dari ungkapan ( وأنا أجزى به = Aku yang akan membalasnya), adalah bahwa pengetahuan tentang kadar pahala dan pelipatan kebaikannya hanya Allah yang mengetahuinya. Al-Qurtuby rahimahullah berkata, ‘Artinya bahwa amalan-amalan telah terlihat kadar pahalanya untuk manusia. Bahwa ia akan dilipatgandakan dari sepuluh sampai tujuh ratus kali sampai sekehendak Allah kecuali puasa. Maka Allah sendiri yang akan memberi pahala tanpa batasan.
7) Puasa adalah ibadahnya para malaikat, karena malaikat tidak makan dan tidak minum. Dengan berpuasa pula kita belajar melepaskan ketergantungan pada dunia .. tidak tergantung pada makanan dan minuman. Woles saja …
Demikian bahasa sederhananya.
Ini namanya ‘Deep learning’. (pemahaman lebih dalam dengan menghayati yang dihubungkan dengan kejadian sehari-hari).
Memikirkan kembali tausiyah para ustaz dan ustazah saat menjelang Ramadan.
By @ Fifi PJubilea (Jisc Jibbs Jigsc’s owner ~ Mak 4 anaks).
Deep learning ~ akan hasilkan deep acting.