• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Seorang Pria yang Berkata Jujur di Hadapan Perampok karena Menjaga Pesan Ibunya

11/03/2026
in Kisah, Unggulan
Cara Agar Tidak Diperbudak oleh Uang

(foto: pixabay)

93
SHARES
712
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BERIKUT ini adalah sebuah kisah seorang pria yang berkata jujur di hadapan perampok karena menjaga pesan ibunya. Kisah ini diceritakan oleh Ustazah Aan Rohanah pada tahun 2015.

Di antara kisah menarik generasi terdahulu dalam membiasakan kejujuran bagi anak-anak mereka adalah kisah berikut.

Salah seorang dari mereka bertutur:

Sejak kecil, saya selalu dididik untuk jujur.

Ketika keluar dari Mekah menuju Baghdad untuk mencari ilmu, ibuku memberiku uang empat puluh dinar (jumlah yang sangat besar) untuk keperluan hidupku dan ibuku berpesan kepadaku agar selalu menjaga kejujuran.

Ketika kami sampai di Hamadan, sejumlah perampok menghadang kami lalu merampas kafilah. Salah seorang dari mereka bertanya kepadaku: Apa yang kamu bawa? Saya menjawab: Uang empatpuluh dinar.

Perampok itu mengira aku mempermainkannya hingga dia meninggalkanku. Kemudian perampok lain melihatku dan bertanya: Bawa apa?

Lalu saya memberitahukan apa yang saya bawa hingga dia membawaku ke hadapan pemimpin kelompok perampok tersebut.

Pemimpin mereka bertanya kepadaku lalu aku jawab dengan jujur. Dia bertanya: Apa yang membuatmu berkata jujur?

Saya menjawab: Ibuku berpesan kepadaku agar saya selalu menjaga kejujuran sehingga saya takut mengkhianati janjinya.

Baca Juga: Kisah Pencuri dan Malik Ibnu Dinar

Kisah Seorang Pria yang Berkata Jujur di Hadapan Perampok karena Menjaga Pesan Ibunya

Pemimpin kelompok perampok itu tersentuh hatinya oleh kejujuranku dan merasa takut lalu berteriak sambil menyobek bajunya dan berkata:

“Kamu takut mengkhianati janji ibumu, sedangkan saya tidak takut mengkhianati janji Allah.”

Kemudian, pemimpin perampok itu memerintahkan anak buahnya untuk mengembalikan semua yang mereka ambil dari kafilah tersebut dan berkata: “Saya bertobat kepada Allah dengan sebab kamu.”

Kemudian para perampok yang lain berkata:

“Kamu adalah pemimpin kami dalam perampokan dan sekarang kamu menjadi pemimpin kami dalam pertobatan ini.”

Akhirnya mereka semua bertobat berkat kejujuran tersebut.

Ya, jujur pangkal selamat. Jika seseorang selalu menjaga kejujuran, ia pasti memetik buah kejujuran itu di dunia dan akhirat.

Tidakkah kamu mendengar firman Allah:

Allah berfirman:

“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang jujur dengan kejujuran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadapnya. Itulah keberuntungan yang paling besar”. (al-Maidah: 119).

Maasya Allah, cerita ini menginspirasi kita untuk selalu berbuat jujur. Kisah ini juga baik untuk diceritakan kembali kepada anak-anak agar mereka termotivasi untuk berkata jujur.[ind]

Tags: berkah kejujuranKisah Seorang Pria yang Berkata Jujur di Hadapan Perampok karena Menjaga Pesan IbunyaUstazah Aan Rohanah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Anak-anak Pejabat Dalam Sejarah Islam yang Shalih dan Tidak Tengil

Next Post

Memahami Gejala Penyakit Anemia, Ketahui Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya

Next Post
Memahami Gejala Penyakit Anemia, Ketahui Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya

Memahami Gejala Penyakit Anemia, Ketahui Tanda-tanda dan Cara Mengatasinya

Ketika Anak Yatim Melukai Anak Umar bin Abdul Aziz

Ketika Anak Yatim Melukai Putra Umar bin Abdul Aziz

Kesepian di Tengah Keramaian

Fakta dan Realita Keluarga Kuat

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8697 shares
    Share 3479 Tweet 2174
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    261 shares
    Share 104 Tweet 65
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    244 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11481 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4445 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3914 shares
    Share 1566 Tweet 979
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2231 shares
    Share 892 Tweet 558
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga