• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Tiga Hal yang Menyuburkan Perdukunan

27/08/2022
in Khazanah
Tiga Hal yang Menyuburkan Perdukunan

Ilustrasi, foto: radiomutiaraquran.com

96
SHARES
742
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERDUKUNAN atau dukun sangat dilarang ajaran Islam. Selain karena dosa kemusyrikan, perdukunan juga menyalahi akal sehat.

Perdukunan sangat dilarang Islam. Yaitu, perdukunan yang bekerja sama dengan jin seperti santet, pelet, dan ilmu sihir lainnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang mengunjungi seorang peramal (dukun) dan percaya pada apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad (Al-Qur’an).” (HR. Imam Ahmad)

Setidaknya, ada tiga hal yang menjadikan perdukunan begitu subur makmur. Yaitu:

Satu, Lemahnya Pemahaman Agama.

Islam sudah jelas melarang praktek perdukunan seperti sihir itu. Dosanya begitu besar bahkan bisa jatuh pada kemusyrikan dan kekafiran.

Pertanyaannya, kenapa justru di negeri yang mayoritas muslim ini praktek sesat itu bisa tumbuh subur?

Hal ini karena umat Islam belum memahami Islam secara benar. Mereka umumnya mengetahui ajaran Islam hanya luarnya saja. Dan itu pun hanya ikut-ikutan.

Kalau ditanya, berapa persen dari umat Islam ini yang bisa membaca Al-Qur’an dengan benar, mungkin jawabannya akan memprihatinkan.

Kalau ditanya lagi, berapa dari yang bisa itu yang paham maknanya, jawabannya akan lebih kecil lagi. Begitu pun ketika ditanya berapa dari mereka yang mengamalkan isinya, tentu akan lebih sedikit lagi.

Jadi, salah satu solusi agar umat ini menyadari buruknya perdukunan adalah dengan memahami ajaran Islam yang benar. Yaitu, melalui kajian Islam, majelis taklim, dan lainnya.

Dari sini pula akan bisa dibedakan, mana ahli agama dan mana dukun yang menyamar sebagai ahli agama untuk mengekspolitasi kelemahan umat.

Dan sarana teknologi saat ini sangat memudahkan untuk kajian keislaman itu. Bisa melalui ponsel atau internet, informasi yang benar tentang ajaran Islam bisa didapatkan dengan mudah.

Dua, Lemahnya Akal Sehat.

Sebenarnya, hanya dengan nalar kritis pun bisa dipahami bahwa perdukunan hanya manipulasi. Sayangnya, umumnya kita terbiasa dengan mengedepankan taklid dan kebiasaan daripada nalar dan pengetahuan.

Contoh, tentang dukun yang dikabarkan bisa menggandakan uang. Kalau memang benar sang dukun bisa menggandakan uang, kenapa ia harus buka jasa dukun untuk mencari uang? Kan ia bisa menggandakan uang tanpa harus susah payah.

Tiga, Jarang yang Berani ‘Membongkar’ Penipuan Dukun.

Ada pepatah mengatakan, kalau tak ada orang pandai yang menyalahkan yang salah. Maka, yang salah akan menjadi benar.

Karena itu, diperlukan mereka yang berani face to face dengan manipulasi ‘kaum dukun’. Hal ini demi untuk menyelamatkan umat yang jutaan.

Begitu pun pelanggaran hukum dari praktek dukun sihir. Aturan sebenarnya jelas tentang manipulasi dukun sihir ini. Tapi, penegakan hukumnya yang kurang terlihat.

Satu saja kasus penegakan hukum yang berat untuk penipuan yang dilakukan dukun, maka akan menjadi pelajaran untuk pelaku kriminal yang lain. [Mh]

 

Tags: Tiga Hal yang Menyuburkan Perdukunan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Allah Berbicara Tanpa Tabir pada Abu Jabir

Next Post

Surga yang Dibenci dan Neraka yang Disukai

Next Post
Surga yang Dibenci dan Neraka yang Disukai

Surga yang Dibenci dan Neraka yang Disukai

Masuk Surga dan Neraka karena Lalat

Masuk Surga dan Neraka karena Lalat

Budi Sadikin dan Sandiaga Uno Dukung Pusat Kesehatan Bertaraf Internasional di Bali

Budi Sadikin dan Sandiaga Uno Dukung Pusat Kesehatan Bertaraf Internasional di Bali

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    276 shares
    Share 110 Tweet 69
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Resep Singkong Keju Goreng

    131 shares
    Share 52 Tweet 33
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Agar Bidadari Cemburu Padamu

    186 shares
    Share 74 Tweet 47
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    540 shares
    Share 216 Tweet 135
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7820 shares
    Share 3128 Tweet 1955
  • Nasihat Imam Ghazali untuk Anak

    219 shares
    Share 88 Tweet 55
  • Gelar Majelis Taklim di Pendopo, Fery Farhati Berpesan Agar Semangat Mendatangi Majelis Ilmu

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    754 shares
    Share 302 Tweet 189
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga