HARGA murah untuk transportasi wisata sebaiknya tidak menjadi alasan untuk memberikan keselamatan penumpang.
Dikutip dari berbagai sumber, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Hariyadi Sukamdani mengatakan, pelaku industri pariwisata perlu memilih mitra transportasi yang digunakan untuk mengangkut wisatawan.
Menurut Hariyadi, industri pariwisata yang tergabung dalam asosiasi melakukan seleksi terhadap mitra transportasi yang digunakan.
Proses tersebut mencakup penilaian terhadap aspek keselamatan sebelum sarana transportasi digunakan untuk mengangkut wisatawan.
Ia mengatakan, jika prosedur pemilihan mitra dilakukan dengan baik, risiko kecelakaannya relatif kecil. Namun, permasalahan dapat muncul dari penyedia transportasi yang berada di luar jangkauan industri pariwisata atau tidak tergabung dalam asosiasi.
Baca juga: Tidak Hanya Pantai, Berikut Tempat Wisata Lainnya di Pacitan
Jangan Cepat Tergiur pada Harga Murah untuk Transportasi Wisata, Simak Penjelasannya Berikut
Hariyadi menambahkan, GIPI saat ini menaungi 25 asosiasi perusahaan. Sejumlah asosiasi anggota GIPI juga menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi sebagai bagian dari upaya memperhatikan aspek keselamatan.
Menurut Hariyadi, perhatian terhadap keselamatan tidak hanya berlaku pada transportasi yang digunakan wisatawan saat bepergian, tetapi juga sektor pariwisata lainnya, termasuk wahana rekreasi.
Ia mengatakan, anggota GIPI yang bergerak di sektor rekreasi taman melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap aspek keselamatan wahana secara rutin.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan bersama oleh pelaku industri pariwisata.
Hariyadi juga mencontohkan proses seleksi terhadap bus pariwisata. Menurut dia, pelaku industri perlu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum digunakan untuk membawa wisatawan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hal yang diperiksa antara lain kelayakan kendaraan melalui KIR, kelengkapan keselamatan, hingga kondisi karoseri bus.
Sarana transportasi yang digunakan untuk wisatawan, baik wisatawan domestic maupun mancanegara, harus melalui proses verifikasi.
Pengawasan tersebut dilakukan di masing-masing asosiasi melalui proses seleksi terhadap mitra transportasi yang digunakan. [Din]





