Seseorang terkadang sanggup bertahan di dalam keimanan saat mendapatkan kesulitan, akan tetapi hilang imannya tatkala mendapatkan kesenangan.
Ujian apapun yang Allah berikan pada kita, bersyukur dan bersabarlah.
Dalam permasalahan rumah tangga anda, anda diuji dengan memiliki suami yang sering berbohong dan terkadang berkata yang menyakitkan hati atau meminjam uang ke beberapa temannya tanpa memberi tahu anda dan menganggap gampang suatu masalah atau kewajiban.
Apa yang anda rasakan tersebut, Jangan dipendam berlarut-larut, cobalah dimulai dengan membangun komunikasi dengan suami. Cari waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hati anda, tentu saja dengan cara yang baik. Ajak suami mengikuti kajian-kajian ke Islaman atau mendengarkan bersama kajian dimedia sosial, khususnya kajian yang membahas tentang bahaya hutang dll.
Jangan masukkan kedalam hati setiap katanya yang menyakitkan, bisa jadi suami anda tidak merasa bahwa dia telah menyakiti hati istrinya. Atau bahkan dia merasakan kecewa dengan sikap anda sehingga perkataannya menyakiti hati anda.
Dari sekian kekurangan suami anda, tentu ada juga kelebihannya, selama suami anda masih bertanggung jawab terhadap keluarga, masih memberikan nafkah lahir dan batin, maka bertahanlah dalam rumah tangga ini karena Allah, doakan terus suami anda dalam sholat2 malam anda. Bisa jadi sesuatu yang tidak anda sukai, lustre itulah yang terbaik menurut Allah.
وَ عَسٰۤی اَنۡ تَکۡرَہُوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ خَیۡرٌ لَّکُمۡ ۚ وَ عَسٰۤی اَنۡ تُحِبُّوۡا شَیۡئًا وَّ ہُوَ شَرٌّ لَّکُمۡ ؕ وَ اللّٰہُ یَعۡلَمُ وَ اَنۡتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al Baqarah ayat 216)
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Rumah tangga yang harmonis, bahagia dan SAMAWA itu bukanlah berarti rumah tangga yang tidak mempunyai konflik, namun rumah tangga yang mampu menyikapi dan menyelesaikan masalahnya dengan baik, sebab keinginan mereka adalah bersatu di dunia dan berkumpul lagi di Jannatul Firdausil A’la. Demikian. Wallahu A’lam. (DW)