ADA satu hal yang pasti dialami setiap manusia, tetapi sering kali paling mudah dilupakan, yaitu kematian. Kita sibuk menyusun rencana untuk esok hari, mengejar impian, memperbaiki karier, dan mengumpulkan berbagai pencapaian. Namun di balik semua kesibukan itu, ada sebuah kenyataan yang tidak pernah bisa ditunda. Kematian tidak menunggu usia tertentu, tidak menunggu seseorang merasa siap, dan tidak memberi tahu kapan ia akan datang.
Karena itulah Islam mengajarkan agar setiap Muslim hidup dalam keadaan selalu bersiap. Persiapan itu bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan memperbanyak amal saleh selama pintu kesempatan masih terbuka. Selama napas masih berhembus, masih ada waktu untuk bertobat, memperbaiki diri, dan menebar kebaikan kepada sesama.
Baca Juga: Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Melakukan Donor Darah
Sebelum Waktu Itu Tiba, Renungkanlah Hal Ini!
Sering kali kita berkata, “Nanti kalau sudah tua aku akan lebih rajin ibadah,” atau “Nanti kalau urusan dunia selesai, baru aku fokus mendekat kepada Allah.” Padahal tidak ada seorang pun yang dijamin akan mencapai masa tua. Banyak orang yang berpulang ketika cita-citanya masih panjang, sementara ada pula yang diberi umur lebih lama sebagai kesempatan untuk memperbanyak bekal akhirat.
Bekal terbaik bukanlah harta yang melimpah ataupun popularitas yang tinggi, melainkan hati yang dipenuhi keimanan dan amal yang diterima Allah. Salat yang dijaga, sedekah yang ikhlas, Al-Qur’an yang dibaca, doa yang dipanjatkan, hingga senyum yang membahagiakan orang lain, semuanya dapat menjadi pemberat timbangan kebaikan kelak.
Kita juga perlu mengingat bahwa kesempatan beramal memiliki batas. Ketika ajal telah tiba, tidak ada lagi tambahan rakaat, tidak ada lagi sedekah, dan tidak ada lagi permintaan untuk kembali ke dunia. Yang tersisa hanyalah catatan amal yang telah kita tulis selama hidup.
Maka jangan menunggu menjadi sempurna untuk mulai berubah. Mulailah dari langkah kecil yang mampu dilakukan hari ini. Mungkin dengan memperbaiki salat tepat waktu, meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti, menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu yang membutuhkan, atau meluangkan beberapa menit setiap hari untuk membaca Al-Qur’an.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hidup yang singkat akan terasa sangat berarti ketika diisi dengan ketaatan. Sebab pada akhirnya, yang menemani kita di alam kubur bukanlah jabatan, gelar, ataupun kekayaan, melainkan amal yang kita persembahkan karena Allah. Semoga kita termasuk hamba yang memanfaatkan setiap detik kehidupan sebagai persiapan menuju perjumpaan terbaik dengan-Nya, sebelum datang waktu ketika kesempatan untuk beramal benar-benar berakhir. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





