TIDAK ada orang yang ingin sakit. Ketika tubuh mulai kehilangan tenaga, aktivitas yang biasanya mudah dilakukan tiba-tiba terasa berat. Bahkan hal sederhana seperti bangun dari tempat tidur, berjalan, atau bekerja bisa membutuhkan usaha lebih besar. Belum lagi rasa nyeri yang datang berulang kali dan membuat seseorang harus bersabar menunggu kondisi tubuh kembali pulih.
Dalam keadaan seperti itu, wajar jika hati ikut merasa lelah. Ada saatnya seseorang bertanya dalam hati, kapan penyakit ini akan berakhir? Kapan tubuh kembali sehat seperti sebelumnya? Pertanyaan tersebut manusiawi. Sebab sakit memang bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani.
Baca Juga: Ini Dia Penyebab Susah Tidur dan Tips Menghilangkan Insomnia
Sakit Adalah Salah Satu Jalan Mendekat kepada Allah
Namun, seorang mukmin memiliki cara pandang yang berbeda terhadap ujian. Sakit tidak selalu menjadi pertanda bahwa Allah sedang meninggalkan kita. Bisa jadi, di balik rasa tidak nyaman yang sedang dirasakan, terdapat kasih sayang Allah yang tidak kita ketahui.
Rasulullah memberikan kabar yang menenangkan bagi orang-orang yang sedang menghadapi kesulitan. Beliau menjelaskan bahwa rasa sakit, kelelahan, kesedihan, kegundahan, bahkan gangguan kecil seperti tertusuk duri dapat menjadi sebab Allah menghapus sebagian dosa seorang Muslim. Hadis tersebut diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Rasulullah bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, maupun kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya.”
Hadis ini bukan berarti kita harus mencari atau menginginkan sakit. Ketika tubuh mengalami gangguan, seorang Muslim tetap dianjurkan berusaha mendapatkan kesembuhan. Berobat, menjaga pola hidup, beristirahat, dan mengikuti nasihat tenaga kesehatan tetap menjadi bagian dari ikhtiar.
Namun, selama proses itu berlangsung, jangan biarkan rasa sakit membuat kita merasa sendirian. Jadikan waktu sakit sebagai kesempatan untuk lebih banyak berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan mengingat Allah.
Mungkin tubuh sedang dipaksa untuk beristirahat, sementara hati sedang diajak untuk lebih dekat kepada-Nya.
Tidak semua rasa sakit langsung kita pahami hikmahnya. Ada ujian yang baru kita mengerti setelah bertahun-tahun berlalu. Karena itu, ketika kesembuhan belum juga datang, tetaplah berharap kepada Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Semoga setiap sakit yang kita rasakan menjadi penghapus dosa, penguat kesabaran, dan jalan untuk semakin dekat kepada Allah. Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada siapa pun yang sedang berjuang melawan sakit serta menguatkan hati mereka dalam melewati setiap prosesnya. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi




