SETIAP manusia pasti pernah menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Ada hari ketika semuanya terasa berjalan sesuai harapan. Namun ada pula waktu ketika berbagai persoalan datang silih berganti hingga membuat hati lelah dan pikiran terasa penuh. Dalam keadaan seperti itu tidak jarang seseorang merasa kehilangan arah dan kesulitan menemukan ketenangan.
Namun sebagai seorang Muslim kita perlu menyadari bahwa sebesar apa pun masalah yang sedang dihadapi tidak ada yang lebih besar daripada pertolongan Allah SWT. Kita mungkin merasa tidak sanggup melewati ujian tersebut. Akan tetapi Allah mengetahui batas kemampuan setiap hamba-Nya.
Salah satu cara sederhana untuk menenangkan hati ketika menghadapi berbagai persoalan adalah dengan memperbanyak mengingat Allah melalui zikir. Kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah dan Allahu Akbar bukan sekadar rangkaian ucapan. Di dalamnya terdapat makna penghambaan dan pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya tempat kita bergantung.
Baca Juga: Telur Rebus, Telur Orak Arik, Telur Dadar yang Mana lebih Sehat?
Mengapa Mengingat Allah Bisa Membuat Hati Tenang Saat Menghadapi Masalah?
Lantas mengapa mengingat Allah bisa menjadi obat bagi hati yang sedang gelisah?
1. Zikir Mengingatkan Kita Bahwa Allah Maha Besar
Ketika masalah datang terkadang kita terlalu fokus memikirkan kesulitan yang sedang dihadapi. Persoalan pekerjaan yang tidak kunjung selesai. Masalah keluarga yang membuat pikiran terbebani hingga kekhawatiran tentang masa depan dapat membuat hati semakin gelisah.
Dalam keadaan tersebut kita perlu mengingat bahwa Allah Maha Besar. Tidak ada satu pun persoalan yang berada di luar kekuasaan-Nya.
Ketika mengucapkan Allahu Akbar kita sedang mengingatkan diri sendiri bahwa Allah lebih besar daripada ketakutan dan kesulitan yang sedang dihadapi.
Kesadaran ini membantu kita untuk tidak mudah berputus asa. Sebab pertolongan Allah bisa datang melalui jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
2. Mengucapkan Alhamdulillah Mengajarkan Kita Bersyukur
Tidak semua hal dalam kehidupan berjalan sesuai keinginan. Ada doa yang belum terkabul. Ada harapan yang harus tertunda dan ada rencana yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Namun di tengah keadaan tersebut kita tetap memiliki banyak alasan untuk bersyukur.
Mengucapkan Alhamdulillah mengajarkan kita untuk melihat nikmat Allah yang terkadang terlupakan. Nikmat kesehatan. Kesempatan untuk memperbaiki diri. Keluarga yang masih ada hingga kemampuan untuk menjalani hari demi hari merupakan anugerah yang patut disyukuri.
Bersyukur bukan berarti mengabaikan kesedihan atau berpura-pura bahagia ketika sedang menghadapi masalah. Sebaliknya kita belajar menerima keadaan sambil tetap meyakini bahwa Allah memiliki rencana terbaik bagi hamba-Nya.
3. Laa Ilaaha Illallah Menguatkan Keyakinan kepada Allah
Kalimat Laa Ilaaha Illallah memiliki makna bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.
Kalimat tauhid ini menjadi pengingat agar hati tidak menggantungkan harapan secara berlebihan kepada manusia maupun sesuatu yang bersifat duniawi.
Bukan berarti kita tidak boleh meminta bantuan kepada orang lain. Namun kita perlu memahami bahwa manusia hanyalah perantara sedangkan pertolongan sejati tetap berasal dari Allah SWT.
Ketika menghadapi kesulitan jangan sampai kita kehilangan keyakinan hanya karena keadaan belum berubah. Tetaplah berdoa dan berusaha sembari menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Dengan menjaga tauhid kita belajar bahwa tidak ada tempat bergantung yang lebih sempurna selain Allah.
4. Subhanallah Mengingatkan Kita akan Kesucian dan Kebesaran Allah
Subhanallah berarti Mahasuci Allah dari segala kekurangan. Kalimat ini mengajarkan kita untuk senantiasa mengagungkan Allah dan menyadari bahwa pengetahuan manusia sangat terbatas.
Terkadang kita merasa suatu kejadian buruk adalah akhir dari segalanya. Padahal kita belum mengetahui hikmah yang mungkin Allah hadirkan setelah melewati ujian tersebut.
Apa yang terlihat menyakitkan hari ini belum tentu menjadi sesuatu yang buruk untuk kehidupan kita di masa mendatang.
Karena itu jangan terburu-buru berprasangka buruk kepada Allah ketika kenyataan tidak sesuai harapan. Teruslah memperbaiki diri dan memohon petunjuk-Nya.
5. Mengingat Allah Membuat Hati Lebih Tenang
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 28:
“Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ayat ini menjadi pengingat bahwa ketenangan sejati tidak selalu berasal dari banyaknya harta. Tingginya jabatan atau kehidupan yang terlihat sempurna.
Ada kalanya seseorang memiliki segalanya tetapi tetap merasa gelisah. Sebaliknya seseorang yang sedang menghadapi kesulitan bisa tetap memiliki ketenangan karena hatinya senantiasa terhubung dengan Allah.
Oleh karena itu jangan hanya mengingat Allah ketika sedang membutuhkan pertolongan. Jadikan zikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Jadikan Zikir sebagai Kebiasaan Sehari-hari
Seberat apa pun masalah yang sedang dihadapi jangan merasa bahwa kita harus menyelesaikannya sendirian. Allah selalu mengetahui setiap kesulitan dan doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya.
Mulailah membiasakan diri mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah dan Allahu Akbar. Lakukan setelah sholat maupun ketika sedang menjalani aktivitas sehari-hari.
Jangan lupa untuk tetap berikhtiar dan mencari jalan keluar dari setiap persoalan. Sebab tawakal bukan berarti berhenti berusaha melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan yang terbaik.
Semoga dalam setiap keadaan kita senantiasa diberikan kekuatan untuk mengingat Allah. Sebab ketika hati dekat dengan-Nya kita akan belajar menghadapi kehidupan dengan lebih sabar dan penuh harapan. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





