SERING kali kita merasa masih memiliki banyak waktu untuk memperbaiki diri. Kita berkata akan mulai belajar agama ketika pekerjaan sudah tidak terlalu sibuk, akan memperbanyak ibadah ketika urusan dunia selesai, atau akan berubah menjadi lebih baik ketika keadaan sudah terasa nyaman. Tanpa disadari, kebiasaan menunda itu membuat kita lupa bahwa waktu yang dimiliki hari ini merupakan nikmat dari Allah yang tidak bisa dipastikan akan kita miliki esok hari.
Kita tidak pernah tahu berapa lama lagi kesempatan hidup ini diberikan. Bisa jadi, hari ini adalah kesempatan terakhir untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, memperbaiki diri seharusnya tidak selalu menunggu waktu yang tepat. Selama masih diberikan kesempatan untuk bernapas, selalu ada ruang untuk belajar, bertobat, memperbaiki ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Baca Juga: Tips Mencuci Baju Thrifting agar Tidak Tertular Penyakit
Jangan Menunda Kebaikan karena Waktu Tidak Pernah Kembali
Ibnul Qayyim rahimahullah mengingatkan tentang besarnya bahaya menyia-nyiakan waktu. Kematian memang memisahkan manusia dari kehidupan dunia, tetapi waktu yang terbuang dapat menjauhkan seseorang dari tujuan hidupnya dan mempersiapkan bekal untuk akhirat. Waktu yang seharusnya digunakan untuk berbuat baik justru habis untuk perkara yang tidak memberikan manfaat.
Cobalah sesekali mengevaluasi diri. Berapa banyak waktu yang kita habiskan hanya untuk melihat kehidupan orang lain melalui media sosial? Berapa lama kita membicarakan hal-hal yang tidak penting, mengeluh tentang keadaan, atau sibuk membandingkan pencapaian diri dengan orang lain? Sementara itu, ada Al-Qur’an yang belum kita baca, ilmu yang belum kita pelajari, dan kebaikan yang sebenarnya bisa kita lakukan.
Bukan berarti kita tidak boleh beristirahat atau menikmati kehidupan. Tubuh dan pikiran juga membutuhkan jeda. Namun, kita perlu belajar membedakan antara menggunakan waktu untuk beristirahat dan membiarkan waktu berlalu tanpa tujuan yang jelas.
Mulailah dari hal sederhana. Luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, menjaga sholat tepat waktu, membantu orang tua, menyelesaikan pekerjaan dengan amanah, atau bersedekah sesuai kemampuan. Tidak harus menunggu mampu melakukan sesuatu yang besar. Kebaikan kecil yang dilakukan secara konsisten juga memiliki nilai di sisi Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ingatlah bahwa waktu tidak pernah berjalan mundur. Hari kemarin telah menjadi kenangan, sedangkan hari esok masih menjadi rahasia. Kita hanya memiliki hari ini untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebelum hari ini berakhir, mari bertanya kepada diri sendiri, sudahkah waktu yang Allah berikan digunakan untuk sesuatu yang bernilai? Jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Selagi masih ada kesempatan, jangan menunda kebaikan. Mulailah sekarang, karena kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu akan berakhir. [DW]





