DISPENSER air sering digunakan setiap hari, baik untuk mengisi gelas saat haus maupun menyiapkan minuman hangat. Karena pemakaiannya begitu rutin, kebersihan alat ini terkadang luput dari perhatian. Padahal, dispenser yang jarang dibersihkan bisa menjadi tempat menumpuknya debu, kotoran, dan lendir pada bagian tertentu, terutama di area keran serta penampung air.
Merawat dispenser sebenarnya tidak harus rumit atau membutuhkan biaya besar. Dengan kebiasaan sederhana dan pembersihan yang tepat, dispenser bisa tetap higienis serta berfungsi dengan baik. Namun, setiap model memiliki petunjuk perawatan yang berbeda, sehingga panduan dari produsen tetap perlu diperhatikan.
Baca Juga: 7 Hal Penting yang Perlu Disiapkan Sebelum Medical Check Up agar Hasil Lebih Akurat
5 Tips Merawat Dispenser agar Tetap Bersih dan Awet Digunakan
1. Bersihkan Bagian Luar Secara Rutin
Debu dan noda mudah menempel pada permukaan dispenser, terutama jika diletakkan di dapur. Bersihkan bagian luar menggunakan kain lembut yang sedikit lembap. Jika ada noda membandel, gunakan sabun lembut secukupnya, lalu lap kembali hingga bersih.
Pastikan air tidak masuk ke bagian tombol, kabel, atau komponen listrik. Jangan menyiram dispenser secara langsung atau merendam unit ke dalam air karena dapat merusak perangkat.
2. Jangan Lupakan Keran dan Baki Penampung Air
Keran dispenser sering disentuh saat mengisi gelas. Bagian ini perlu dibersihkan secara teratur karena bisa terkena tangan, percikan air, atau sisa minuman.
Bersihkan keran sesuai petunjuk produsen. Baki penampung air juga perlu dilepas jika memang dirancang untuk dilepas, kemudian dicuci menggunakan sabun dan air bersih. Keringkan sebelum dipasang kembali agar tidak lembap terlalu lama.
Jangan membiarkan air tergenang di baki karena dapat menimbulkan noda dan membuat area tersebut kurang higienis.
3. Bersihkan Bagian Dalam Sesuai Jadwal
Membersihkan permukaan luar saja belum cukup. Bagian penampung air dan saluran di dalam dispenser juga perlu dirawat agar tetap bersih.
Sebagai gambaran, Philips menyarankan pembersihan dan sanitasi sistem dispenser setiap tiga hingga enam bulan untuk model yang dibahas dalam panduannya. Namun, jadwal sebenarnya dapat berbeda tergantung merek, jenis dispenser, dan intensitas pemakaian.
Sebelum membersihkan bagian dalam, matikan perangkat dan cabut kabel listrik. Jika dispenser menggunakan air panas, tunggu sampai komponennya cukup dingin. Ikuti petunjuk manual mengenai cara menguras, membersihkan, membilas, dan mengeringkan bagian dalamnya.
4. Ganti Galon dan Rawat Area Pemasangannya
Saat mengganti galon, jangan langsung memasang galon baru tanpa memperhatikan kebersihan area dudukannya. Lap bagian yang dapat dijangkau menggunakan kain bersih sesuai petunjuk produsen.
Pastikan mulut galon dan bagian yang bersentuhan dengan saluran air tidak tersentuh tangan yang kotor. Periksa pula kondisi tutup atau segel galon sebelum digunakan.
Jika dispenser memakai filter, ikuti jadwal penggantian yang dianjurkan. Filter yang tidak dirawat atau terlambat diganti dapat menjadi tempat penumpukan kotoran dan mikroorganisme.
5. Perhatikan Posisi dan Kondisi Dispenser
Letakkan dispenser pada permukaan yang rata, kokoh, dan tidak mudah terkena cipratan air. Berikan jarak dari dinding sesuai petunjuk produsen agar sirkulasi udara dan pembuangan panas tetap baik.
Hindari menempatkannya dekat kompor atau sumber panas. Periksa kabel listrik, steker, dan kondisi bodi secara berkala. Jika muncul kebocoran, bau tidak biasa, suara mesin yang tidak wajar, atau gangguan fungsi, hentikan pemakaian dan hubungi teknisi.
Jangan membongkar komponen listrik atau sistem pendingin sendiri jika tidak memiliki keahlian yang sesuai.
Merawat dispenser tidak harus menunggu sampai air terasa aneh atau alat mengalami kerusakan. Kebiasaan membersihkan keran, menjaga area galon, dan melakukan sanitasi sesuai petunjuk dapat membantu menjaga kebersihan sekaligus memperpanjang usia pemakaian. Dengan perawatan rutin, dispenser bisa terus menjadi sumber air minum yang praktis bagi keluarga. [DW]





