• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Teras

Tentang Zainab Suriah

08/05/2021
in Teras, Unggulan
Tentang Zainab Suriah

Ilustrasi, foto: Costa Rica Immobilien

82
SHARES
629
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Cukup bangga rasanya jadi istri relawan kemanusiaan. Meski tidak ikut pergi-pergi ke daerah bencana, setidaknya bisa dapat cerita dari orang pertama. Tentang dalam negeri, maupun luar.

Rasa itu kerap terngiang dalam benak Bu Ratna. Ibu yang belum dikaruniai anak ini setia mendampingi suami yang bekerja sebagai relawan kemanusiaan. Baru saja suaminya pulang dari Turki.

Suaminya cerita kalau ia mengunjungi perbatasan Turki-Suriah. Di situ terdapat kamp pengungsi yang menampung ratusan ribu orang. Umumnya para janda dan yatim, korban perang.

“Kalau ada kesempatan, kapan-kapan kita kesana ya, Mi,” ucap suaminya yang disambut anggukan Bu Ratna.

Namun, ada hal aneh yang kali ini ditangkap Bu Ratna dari suaminya. Sepulang dari tugas itu, suaminya suka senyum-senyum sendiri.

“Kenapa, nih orang?” ujar Bu Ratna membatin. Mau ia tanyakan, tapi rasanya akan diceritakan juga.

“Biasanya, kalau suami suka senyum-senyum sendiri, itu tandanya dia lagi suka sama seseorang,” ujar teman Bu Ratna suatu kali.

“Ah, ngaco!” sergah Bu Ratna menimpali temannya.

Bu Ratna pun mengubur kecurigaan yang tak mendasar itu. Dan berlalulah rasa curiganya tentang senyum-senyum suaminya.

Suatu malam di kamarnya, Bu Ratna mendengar suara orang bersuara pelan, “Zainab…, Zainab….”

Sontak ia pun terduduk. Bu Ratna mencari-cari sumber suara itu. Dan ternyata, itu suara dari mulut suaminya yang masih pulas.

“Masku ngigau? Lalu, siapa Zainab?” bisik Bu Ratna masih tetap memperhatikan wajah suaminya yang masih dengan mata terpejam.

Esoknya, Bu Ratna ingin sekali menanyakan tentang ngigau suaminya. Terutama, tentang nama Zainab itu. Tapi, ia ragu. Khawatir kalau suaminya tersinggung.

Penasaran Bu Ratna belum terjawab. Ia pun membuka website lembaga tempat suami bekerja. Ia periksa satu per satu nama-nama relawan dan pengurus di lembaga itu. Apa ada yang bernama Zainab.

Tapi, sejauh yang ia temukan, tak satu pun yang bernama Zainab. Padahal, tempat aktif suaminya cuma di dua tempat. Di tempatnya bekerja, dan lokasi bencana. Tak ada tempat lain.

“Apa Zainab itu nama gadis atau janda Suriah?” suara batin Bu Ratna tiba-tiba menggiringnya ke alam gusar. Gelisah, dan was-was.

Beberapa hari setelah kejadian itu, suami Bu Ratna ngajaknya bicara. “Mi, aku mau bicara,” ucap suaminya. Jantung Bu Ratna tiba-tiba berdetak kencang. “Waduh, dia mau ngomong apa ya?” suara batin Bu Ratna kian membuatnya gusar.

“Mi, pekan depan aku mau berangkat lagi ke Turki,” ucap suami Bu Ratna.

“Ke tempat pengungsian Suriah lagi?” sergah Bu Ratna memastikan.

“Iya. Sekalian aku mau menemui seseorang,” jawab suami Bu Ratna tiba-tiba.

“Siapa, Mas?” tanya Bu Ratna lagi.

“Special deh, nanti mas ceritain sepulang dari sana. Kamu siap-siap lahir dan batin ya,” ujar suaminya yang dirasakan seperti petir di siang bolong.

“Maksud, Mas?” tanya Bu Ratna lagi beberapa saat kemudian. Ia berusaha menguatkan diri.

“Insya Allah, akan ada orang ketiga di antara kita berdua,” ucap suami Bu Ratna tandas.

Malam itu, Bu Ratna tak bisa tidur. Pikirannya kalut, melayang-layang tak tentu arah. Bayang-bayang hari pernikahannya yang sudah berlangsung hampir sepuluh tahun lalu pun tergambar jelas. Tapi, selama itu, ia belum mampu memberikan suaminya keturunan.

Bu Ratna pernah mendengar bahasan di antara sebab suami ingin poligami. Salah satunya, bolehnya poligami karena ingin mendapatkan keturunan.

“Ya Allah, rasanya aku belum siap menerima itu,” suara Bu Ratna dalam hati.

Tak kuat dengan konflik batin itu, esoknya, Bu Ratna kabur ke rumah orang tuanya. Dengan tangis sejadi-jadinya, ia curahkan semua kegundahannya ke ayah ibunya.

Beberapa hari kemudian, suami Bu Ratna pun menjemput. Tapi, Bu Ratna tak mau menemui suaminya.

“Bapak mau bicara sama kamu, Nak,” ucap ayah Bu Ratna ke suami Bu Ratna. “Apa benar kamu mau kawin lagi?” lanjutnya dengan tenang.

“Kawin lagi? Kata siapa ya, Pak?” jawab suami Bu Ratna dengan nada balik bertanya. Ia tampak seperti tak mengerti yang dimaksud ayah Bu Ratna.

“Kata Ratna kamu mau kawin lagi dengan wanita Suriah yang bernama Zainab,” jelas ayah Bu Ratna gamblang.

“Oooh itu rupanya. Masya Allah,” suara suami Bu Ratna seperti mendengar kabar jenaka. Ia pun agak menahan tawa.

“Sebenarnya, saya bermaksud mau ngasih kejutan ke Ratna. Waktu di kamp pengungsi, saya tertarik untuk mengadopsi seorang balita yatim warga Suriah bernama Zainab. Anaknya shalehah, dengan usia segitu, dia sudah hafal sepuluh juz Al-Qur’an,” ungkap suami Bu Ratna yang disambut ceria Bu Ratna dari balik pintu kamar ibunya. [Mh]

Tags: cerita inspiratifcerita keluarga
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Umat Islam Lakukan Shalat Jumat Terakhir Ramadan di Dua Masjid Suci

Next Post

Pengusaha Muslim Inggris Mengumandangkan Adzan di Tower Bridge London

Next Post
Pengusaha Muslim Inggris Mengumandangkan Adzan di Tower Bridge London

Pengusaha Muslim Inggris Mengumandangkan Adzan di Tower Bridge London

Raja Salman Saudi Dijadikan Nama Masjid di Pakistan

Raja Salman Dijadikan Nama Masjid di Pakistan

Maladewa Bukan Lagi Sekedar Tempat Berbulan Madu

Maladewa Bukan Lagi Sekedar Tempat Berbulan Madu

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8998 shares
    Share 3599 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11644 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4716 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4065 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3513 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2390 shares
    Share 956 Tweet 598
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    385 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Indonesia dan Yaman Perkuat Kerja Sama Sertifikasi Halal Lewat Penandatanganan MoU

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga