• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 28 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Tahun Barumu Bukan Tahun Baru Kami

Kami umat Islam menghargai adanya perbedaan, dan mengakui perbedaan itu adalah sunatullah kehidupan

25/01/2021
in Syariah
Tahun Barumu Bukan Tahun Baru Kami

google

81
SHARES
621
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

oleh: Ustaz Farid Nu’man Hasan, S.S.

ChanelMuslim.com – Kami umat Islam menghargai adanya perbedaan, dan mengakui perbedaan itu adalah sunatullah kehidupan. Sebab Rabb kami telah berfirman:

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

Seandainya Rabbmu berkehendak, niscaya manusia Dia jadikan umat yang satu, namun mereka senantiasa berselisih. (QS. Huud: 118)

Ayat yang lain:

وَلَوْ شاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعاً أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتَّى يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Dan Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (QS. Yunus: 99)

Oleh karena itu, kami akan tetap berbuat baik dan adil kepada siapa pun yang berbeda dengan kami, selama mereka tidak berbuat aniaya kepada kami.

Rabb kami mengajarkan:

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS. Al Mumtahanah: 8)

Maka, biarlah kami istiqamah atas agama kami dan budaya kami, jangan kalian kecut dan jangan pula cemberut, sebab itu bagian dari tuntutan iman kami.

Nabi kami – Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam– mewasiatkan kami:

قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah! (HR. Muslim, 62/38)

Dan, kami pun tidak memaksa kalian untuk mengikuti agama dan budaya kami. Sebab memaksa bukan ajaran Rabb kami.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al Baqarah: 256)

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنْتَ مُذَكِّرٌ لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

Maka berilah peringatan karena Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (untuk memaksa). (QS. Al Ghasyiah: 21-22)

Jadi, sangat ingin kami katakan kepada kalian bahwa hari raya kalian bukan hari raya kami, begitu pula hari raya kami bukan hari raya kalian. Sebagaimana tahun baru masehi kalian, bukanlah tahun baru bagi kami karena titik tolak sejarah awal tahun kalian berbeda dengan tahun hijriyah kami. Tahun baru kalian diawali oleh kelahiran Nabi kami yang mulia -yang telah kalian Tuhankan-  ‘Isa ‘Alaihissalam, sementara tahun kami diawali hijrah Rasulullah dan para sahabatnya dari Mekkah ke Madinah. Walaupun banyak saudara kami muslimin awam yang ikut-ikutan berbahagia dan bersuka cita atas hari raya dan budaya kalian karena ketidaktahuan mereka itu bukan alasan bagi kami untuk turut larut di dalamnya.

Maka, jangan ajak kami hura-hura di malam itu; petasan, tiup terompet, dan sebagainya. Biarlah kami mengisinya dengan kebaikan yang sudah biasa kami jalankan, berkumpul bersama keluarga, ta’lim rutin, ibadah, sebagaimana malam-malam lain.

Nabi kami – Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam– mengajarkan:

إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا

“Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya masing-masing, dan hari ini adalah hari raya kita.” (HR. Bukhari No. 952, Muslim, 16/892)

Setiap kaum, setiap umat punya hari raya dan hari besarnya sendiri, silakan berbahagia dan suka cita di hari itu. Kami tidak memaksa dan menuntut kalian mengucapkan selamat atas kami karena kebahagiaan kami sangat berlimpah dan tidak akan berkurang tanpa ucapan selamat dari kalian. Kami pun meyakini, kebahagiaan kalian tidak akan berkurang seandainya kami tidak mengucapkan selamat atas hari raya kalian, sebab sangat tidak dewasa bila perasaan kebahagiaan dan suka cita mesti didahului ucapan selamat dahulu.

Kami, umat Islam, memiliki sangat banyak hari raya dan hari-hari istimewa, dan kami pun puas atas hal itu, itulah kenapa kami tidak membutuhkan hari raya yang tidak berasal dari Rabb dan nabi kami, yang telah menjadi budaya dan sejarah kami.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, beliau berkata:
“Dahulu orang jahiliyah memiliki dua hari untuk mereka bermain-main pada tiap tahunnya.” Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang ke Madinah, dia bersabda: “Dahulu Kalian memiliki dua hari yang kalian bisa bermain-main saat itu. Allah telah menggantikan keduanya dengan yang lebih baik dari keduanya, yakni hari Fithri dan hari Adha.” (HR. Abu Daud No. 1134, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 1755, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 1098, katanya: hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar (Fathul Bari, 3/371) juga mengatakan: shahih.)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

Hari ‘Arafah, hari penyembelihan qurban, hari-hari tasyriq, adalah hari raya kita para pemeluk Islam, itu adalah hari-hari makan dan minum. (HR. At Tirmidzi No. 773, katanya: hasan shahih, Ad Darimi No. 1764, Syaikh Husein Salim Asad mengatakan: isnaduhu shahih. Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 1586, katanya: “Shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim, tetapi mereka tidak meriwayatkannya.”)

Dari Abu Lubabah bin Abdil Mundzir, dia berkata: bersabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Sesungguhnya hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam (pimpinan hari-hari), keagungannya ada pada sisi Allah, dan dia lebih agung di sisi Allah dibandingkan hari Idul Adha dan Idul Fitri. Padanya ada lima hal istimewa: pada hari itu Allah menciptakan Adam, pada hari itu Allah menurunkan Adam ke bumi, pada hari itu Allah mewafatkan Adam, pada hari itu ada waktu yang tidaklah seorang hamba berdoa kepada Allah melainkan akan dikabulkan selama tidak meminta yang haram, dan pada hari itu terjadinya kimat. Tidaklah malaikat muqarrabin, langit, bumi, angin, gunung, dan lautan, melainkan mereka ketakutan pada hari Jumat.” (HR. Ibnu Majah No. 1083. Ahmad No. 15547, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 4511, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2973, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf No. 817, Al Bazzar No. 3738. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No. 2279).

Lihatlah hari raya kami. Idul Fitri (1 Syawwal), Idul Adha (10 Dzulhijjah), hari Arafah (9 Dzulhijjah), hari-hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah), dan hari Jumat yang datangnya tiap pekan.

Belum lagi hari istimewa lainnya, walau bukan hari raya tetapi ini merupakan hari istimewa bagi kami karena di dalamnya mengandung keutamaan yang banyak untuk beribadah dan nilai sejarah. Seperti Senin, Kamis, 10 hari pertama Dzulhijjah, 6 hari Syawwal, hari ‘asyura, Ayyamul Bidh, 17 Ramadhan, 1 Muharam awal penanggalan kami, dan Lailatul Qadar. Semua ini ada dasarnya dalam agama dan sejarah kami.

Inilah kami, dan inilah agama kami, walau kami bersikap Lakum diinukum wa liyadin dalam urusan agama, tetapi kami ini rahmatan lil ‘alamin bagi kalian dalam urusan muamalah. Kalian tetap saudara dan sahabat, jangan khawatir. Sebab Rabb kami mengajarkan:

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 106)

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 124)

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Ketika saudara mereka, shaleh, berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 142)

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ

Ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidak bertakwa?” (QS. Asy Syu’ara: 161)

Lihatlah, Allah Ta’ala tetap menyebut para nabi pembawa risalah-Nya: Nuh, Hud, Shalih, dan Luth, sebagai saudara bagi kaumnya, walau kaumnya mengingkari agama yang dibawa mereka, mengingkari kenabian, dan mengingkari ketuhanan Allah Taala. Itulah sikap kami juga, walau kalian ingkar kepada agama yang kami yakini, ingkar kepada nabi kami, kalian tetap saudara kami; saudara setanah air.
Wallahu A’lam.[ind]

Sumber:
http://www.manis.id/2016/12/maaf-tahun-barumu-bukan-tahun-baru-kami.html#ixzz5bB6zNQLC

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Beasiswa Pelatihan di Jepang untuk Guru SD, SMP, SMA/Sederajat, dan SLB

Next Post

Awali Pagi Hari dengan Sajian Sehat Brokoli Kentang Telur

Next Post
Awali Pagi Hari dengan Sajian Sehat Brokoli Kentang Telur

Awali Pagi Hari dengan Sajian Sehat Brokoli Kentang Telur

Zaskia Adya Mecca: Terima Kasih 2020

Zaskia Adya Mecca: Terima Kasih 2020

14 Manfaat Senyuman bagi Suami Istri

14 Manfaat Senyuman bagi Suami Istri

  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Leshia Tivana Billar Rayakan Ulang Tahun Pertamanya dengan Outfit Serba Putih

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    478 shares
    Share 191 Tweet 120
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7897 shares
    Share 3159 Tweet 1974
  • Ayo Less Waste Bersama PNH Menyalurkan Bibit Pohon di Yogyakarta dalam Upaya Cegah Bencana Ekologis Berulang

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3431 shares
    Share 1372 Tweet 858
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4093 shares
    Share 1637 Tweet 1023
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5266 shares
    Share 2106 Tweet 1317
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1679 shares
    Share 672 Tweet 420
  • Ketika Presiden Korea Selatan ‘Mengamalkan’ Al-Qur’an

    176 shares
    Share 70 Tweet 44
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga