• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 24 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Pro Kontra Hukum Perayaan Maulid Nabi (Bag. 2)

15/11/2025
in Syariah, Unggulan
Rajab Mubarak

(foto: pixabay)

132
SHARES
1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PRO kontra hukum perayaan Maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau haflah dijelaskan oleh Ustaz Farid Nu’man Hasan berikut ini. Kita dapati di media sosial, perdebatan tentang peringatan Maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Ada yang melarang secara mutlak, apa pun isi dan bentuknya, ada pula yang membolehkan secara mutlak, dan ada pula yang membolehkan dengan perincian dan syarat-syarat.

Perdebatan tersebut bhakan tidak jarang menyulut permusuhan, caci maki, saling tuduh, dan tabdi’, tafsiq, satu sama lain.

Ini bukanlah perdebatan baru, jika abad ini adalah abad 15 Hijriyah, maka perselisihan ini sudah terjadi sejak belasan abad yang lalu, khususnya setelah tiga abad terbaik.

Pihak yang pro dan kontra sama-sama sepakat bahwa haflah ini tidak ada pada masa Nabi, sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Mereka juga sepakat tentang memuliakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kapan pun, tidak harus menunggu momen 12 Rabi’ul Awal.

Akan tetapi, mereka tidak sepakat kapankah haflah maulid itu muncul? Sebagian ada yang menguatkan bahwa ini dimulai dan diinisiatifkan Syiah Daulah Fathimiyyah, ada pula yang mengatakan pada masa Shalahuddin Al Ayyubi, ada yang mengatakan dimunculkan oleh Malik Muzhafar Abu Sa’id bin Zainuddin (ini yang dikuatkan oleh Imam As Suyuthi), dan versi lainnya, dan seterusnya. Selain itu, -dan ini yang paling menyita energi kita- mereka juga tidak sepakat tentang keabsahannya, boleh atau tidak haflah Maulid Nabi, seperti yang kami sebutkan di atas.

Berikut ini adalah pandangan dua kelompok tersebut.

Baca Juga: Pro Kontra Hukum Perayaan Maulid Nabi yang Perlu Sahabat Muslim Ketahui (Bag. 1)

Pro Kontra Hukum Perayaan Maulid Nabi (Bag. 2)

Pihak yang Melarang dan Alasan-Alasannya

Para ulama yang melarang memiliki sejumlah alasan, di antaranya:

Peringatan maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, bahkan imam empat madzhab.

Sebagaimana ini diakui pula oleh pihak yang membolehkan. Padahal mereka lebih layak melakukan itu sebab kecintaan mereka, ittiba’nya mereka kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, serta ilmunya, melebihi manusia-manusia setelahnya.

Lau kaana khairan lasabaquuna ilaih, seandainya itu baik niscaya mereka akan mendahului melakukannya.

Ini kaidahnya. Jika memang acara Maulid itu baik, kenapa bisa luput kebaikan ini dari generasi terbaik umat ini?

Tidak mungkin mereka tidak mengenal kebaikan walau sekecil apa pun, apalagi sampai melewatinya begitu saja. Jika maulid tidak ada pada masa itu, itu menunjukkan memang itu tidak dipandang baik oleh mereka.

Agama ini telah sempurna, sebagaimana firman-Nya:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku sempurnakan atasmu nikmat-Ku, dan Aku ridha Islam adalah agama bagi kamu. (QS. Al Maidah: 3)

Jadi, apa pun yang dahulunya bukan bagian dari agama, maka selamanya dia bukan bagian dari ajaran agama. Tidak seorang pun berhak memasukkannya sebagai bagian dari agama.

Sebab kesempurnaan agama ini telah final, tidak dibutuhkan lagi penambahan walau dipandang baik oleh manusia.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang kita untuk mengada-ada urusan agama. Umumnya para pelaku acara Maulid menganggap ini adalah peringatan keagamaan.

Maka, jika itu dianggap bagian dari agama maka mereka wajib mendatangkan dalil, jika tidak ada maka tertolak. Sebagaimana hadits berikut:

عَنْ أُمِّ المُؤمِنِينَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهَا – قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : (مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ) رواه البخاري ومسلم

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Abdillah, ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, dia berkata: “Barangsiapa yang menciptakan hal baru dalam urusan kami ini (yakni Islam), berupa apa-apa yang bukan darinya, maka itu tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Tags: Pro Kontra Hukum Perayaan Maulid Nabi (Bag. 2)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

5 Bahan Makanan Mengempukkan Daging dengan Cepat

Next Post

Konsumsi Rutin Buah Kiwi, Kulit Kamu bisa Lebih Terlihat Awet Muda

Next Post
Konsumsi Rutin Buah Kiwi, Kulit Kamu bisa Lebih Terlihat Awet Muda

Konsumsi Rutin Buah Kiwi, Kulit Kamu bisa Lebih Terlihat Awet Muda

Mahar Bidadari

Mahar Bidadari

Jangan Gunakan Ponsel di dalam Toilet

Bolehkah Memata-Matai Pasangan?

  • Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    Mengenal Zafeera Anti UV, Kain Premium yang Nyaman, Adem, dan Elegan untuk Aktivitas Seharian

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9167 shares
    Share 3667 Tweet 2292
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    715 shares
    Share 286 Tweet 179
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1228 shares
    Share 491 Tweet 307
  • Lidah Mertua yang Menyebalkan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Keutamaan Menyebarkan Salam

    175 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4147 shares
    Share 1659 Tweet 1037
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11706 shares
    Share 4682 Tweet 2927
  • Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

    5633 shares
    Share 2253 Tweet 1408
  • 8 Keutamaan Shalawat Nabi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga